Harapan Untuk Melupakan

2498 Words

"Mas! Mas Hafiz!" seru Alya sambil mengetuk pintu kamar putranya sejak tadi. "Mas! Mas Hafiz, buka! Ini Bunda!" Gereget dengan putranya yang sejak tadi tak kunjung membuka pintu, ia mengetuk pintu lebih kencang. "Mas Ha—" bertepatan dengan Alya yang ingin kembali menyerukan namanya, pintu sudah terbuka dengan lebar dan memperlihatkan lelaki yang ada di dalamnya. "Apa sih, Bun?" tanya Hafiz dengan sedikit menyindir bundanya agar tidak mengganggu dirinya hari ini. "Harusnya Bunda yang tanya sama kamu. Kamu tuh kenapa? Kenapa setelah pulang dari hotel muka kamu ditekuk kayak gitu?" "Aku nggak papa, Bun. Lagi pengen sendiri aja dan lagi nggak pengen diganggu juga." Alya sontak menghela napas panjang mendengar jawaban putranya. "Kemarin kamu masih baik-baik aja, loh, Mas. Terus kenapa sek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD