Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 5 sore, tapi Adinda dan Aulia belum memunculkan batang hidungnya juga. Semua orang jadi membicarakannya. Terutama keluarga Abrisam yang mayoritas belum pernah bertemu dengan Adinda atau mendengar latar belakang gadis yang akan dinikahkan dengan Hafiz. "Apa ada masalah?" tanya Farel yang membaca raut gusar dari wajah Hafiz. Hafiz menggeleng sambil tersenyum kecil. "Nggak ada, Om. Semuanya baik-baik aja." "Terus calon istri Mas Hafiz yang mana?" tanya Ghani sambil melongokkan kepalanya ke arah barisan perempuan. "Nggak sopan lo!" seru Ghali yang langsung menurunkan paksa kepala adiknya. "Gue penasaran!" kesal Ghani tak terima perlakuan kakaknya. "Keluar kalau kalian memang mau bertengkar," ujar Farel yang seketika menatap tajam kedua putra kembarnya

