Bosan menunggu pesanan yang akan dibawa pulang, Aulia memilih keluar dari restoran, membiarkan sang bunda menunggu seorang diri di dalam. Ia menggembungkan pipinya, bete dan bosan. Padahal seharusnya hari ini menjadi hariyang menyenangkan. Karena akhirnya ia bisa ikut turut serta menyaksikan persiapan pernikahan kakak satu-satunya. Tapi itu tak terjadi hanya karena ia tak rela jika yang menjadi istri kakaknya nanti adalah Adinda. Gadis yang tidak jelas asal-usulnya. Tiba-tiba datang dan tinggal di rumah kedua orangtuanya dan berlagak seperti keluarga dekat. "Apa kabar Adinda? Lama nggak ketemu ya?" Aulia sontak menoleh begitu keluar dari restoran dan mendengar ada seorang lelaki yang menyebut nama Adinda. Dari posisinya berdiri, Aulia jelas bisa melihat kedua kaki Adinda yang bergerak mu

