Seminggu kemudian Pagi ini Hafiz sudah menyibukkan dirinya di dapur untuk membuat sarapan. Hal yang bisa dikatakan sedang rajin ia lakukan di rumah orangtuanya. Kali ini ia memasak sup ayam dengan lauk ayam goreng. "Padahal udah dilarang sering datang, tapi masih tetap ngeyel ya kayaknya? Tapi walaupun ngeyel, jadi ada yang rajin buatin sarapan setiap hari sih. Jadi bisa dimaafkan mungkin, ya?" Hafiz hanya berdeham pelan mendengar suara ayahnya yang bicara padanya. Entah sebenarnya itu bentuk pujian atau sindiran untuknya. "Padahal biasanya nggak pernah masak ya kalau di sini. Apalagi masak sup dan ayam goreng yang biasanya kita jadikan lauk makan siang." Tentu saja itu sebuah sindiran untuk Hafiz. Ayahnya memang benar-benar sedang menyindirnya. "Mungkin karena pengen belajar caranya

