Kale nampaknya lebih menikmati perjalanan menuju Brussels dibanding perjalanan mereka ke Berlin beberapa bulan lalu. Selain karena usianya yang hampir dua tahun, Kale nampaknya lebih menikmati menyaksikan pemandangan di darat dibanding awan-awan saja dari jendela pesawat. Sejak mereka tiba di stasiun, Kale terus-terusan bersenandung semua lagu yang pernah ia dengar dan suka. Luna berkali-kali mengintip ke kursi belakang, memastikan dua jagoannya baik-baik saja dan bahagia. Benar saja, kebahagiaan mereka masih sama bahkan hingga kereta yang mereka tumpangi berangkat. Perjalanan menuju Brussels mungkin tidak akan seburuk perjalanan menuju Berlin. Kale sudah cukup besar untuk diminta duduk manis, meski tidak untuk waktu yang lama. Setidaknya Luna dan Keenan hanya akan direpotkan menenangkan

