9

1388 Words

"Selamat ulang tahun, Luna," ucap Keenan seraya mencium kening Luna dan menyodorkan sekotak kado lengkap dengan pita. Laki-laki ini sudah gila sepertinya. Jam digital di nakas samping ranjang menunjukkan pukul 1 dini hari dan Luna sedang menyusui Kale yang mulai berangsur lelap. "Ulang tahunku sudah lewat berbulan lalu, Kee," sahut Luna menerima bungkusan itu pelan-pelan agar tidak mengganggu tidur Kale. "Anggap saja hari ini, habisnya aku lupa," balas Keenan membuat Luna terkekeh. "Kale sudah tidur belum? Biar aku bawa dia ke kamarnya lagi," kata Keenan lagi. Luna dengan perlahan mengeluarkan putingnya dari mulut Kale yang sudah tidak menghisap sejak beberapa menit lalu. Kale yang tertidur dengan hati-hati ia pindahkan ke tangan Papanya yang siap menerima. Luna benar-benar takut put

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD