Tetap ingin menikah

1040 Words
"Sekali lagi Papa ulangi Nhosa, kau setuju bukan?" Tanya Tuan Tommy, kali ini nadanya tersengar lembut. Nhosa tertawa kecut, dia mengangkat wajah yang sedari tadi tertunduk untuk menatap tajam kearah Tuan Tommy, nampaknya Nhosa mulai geram akan perlakuan orang tuanya, Alex dan juga takdir yang seakan mempermainkan kehidupannya. "Aku akan tetap menikahi Alex." Jawab Nhosa nada suaranya terdengar lantang dan yakin membuat semua orang terkejut kecuali Alex, karena Alex sudah memperkirakan Nhosa tidak akan perna membatalkan pernikahan mereka. "Apa katamu? Apa Papa tidak salah dengar?" Tanya Tuam Tommy "Tidak, Papa tidak salah dengar. Aku tidak akan membatalkan pernikahanku dengan Alex." Jawab Nhosa. "Tapi Nhosa, kau harus tetap membatalkan pernikahanmu dengan Alex karena aku kemarin telah tidur bersama Ale..." "Aku tahu kemarin kau berhubungan s*x dengan Alex di kamar hotel." Sambar Nhosa cepat membuat Nyonya Rose dan Leana tercengang "Kau tau aku dan Alex telah berhubungan s*x lalu kenapa kau ngotot ingin mempertahankan tetap mengadakan acara pernikahanmu dengan Alex, bagaimana jika aku hamil, Nhosa." Ucap Leana "Jika kau hamil itu urusanmu," sambar Nhosa membuat Tuan Tommy melotot. "Kau harus membatalkan pernikahamu dengan Alex, Nhosa. Jangan sampai karena keputusanmu kau akan mencoreng nama baik keluarga Scottler kita." Titah Tuan Tommy membuat Nhosa tertawa keras. Melihat reaksi Nhosa, Xhavier sedikit khawatir pasalnya saat ini tindakan Nhosa seperti bukan Nhosa tatapan gadis itu terlihat linglung dan tidak fokus nampaknya alam bawa sadar Nhosa yang menggerakan tubuh Nhosa sekarang. "Mau samapi kapan Papa akan memperlakukan aku seperti ini?" Tanya Nhosa suaranya cukup keras bahkan sedikit membentak sang Ayah. "Yang mencoreng nama baik keluarga Scottler adalah Leana, yang tidur dengan calon suami orang adalah Leana lalu kenapa.. KENAPA!... ketika nama keluarga Scottler rusak justru aku yang disalahkan." Nhosa terlihat mulai lepas kendali dalam amarah. "Mau sampai kapan kalian memperlakukan aku seperti ini, menjadikan aku bayangan dari Leana. Prestasiku di perusahaan jelas-jelas kalian tahu itu adalah kerja kerasku namun kalian mengklemnya di media seakan-akan itu prestasi dan kerja keras dari Leana. Pertasiku dan hasil kerja kerasku kalian berikan pada Leana sementara keburukan dan masalah yang di timbulkan Leana kalian berikan padaku." Lagi-lagi Nhosa berucap tanpa memikirkan apapun. "Sama seperti 3 tahun lalu, kalian menjadikanku pengganti Leana di penjara padahal kalian tahu betul itu bukan kesalahanku." Ucap Nhosa kembali membuat Alex terbelalak dan menatap Nhosa nanar. "Apa maksudmu dari masuk penjara Nhosa?" Pikir Alex. "Bahkan setelah aku keluar dari penjara kalian bahkan tidak perna menanyakan padaku seperti apa keadaanku selama di penjara." Teriak Nhosa bahkan suaranya hampir habis. "Hentikan Nhosa." Ucap Tuan Tommy seraya berjalan menghampiri Nhosa, Tuan Tommy bahkan mencengkram lengan Nhosa begitu kuat. "Hentikan semua ocehanmu, lihat disini ada Alex. Jaga martabat keluarga jangan membuka aib keluarga kita, dan lupakan semua masa lalu yang terjadi." Pinta Tuan Tommy dengan nada berbisik. Nhosa menoleh kearah Alex, lalu menarik dengan kasar pergelangan tangannya dari genggaman tangan sang Ayah dengan nada melemah Nhosa berkata "Memangnya kenapa jika ada Alex disini. Kenapa? Apa Papa takut Alex mengetahui bahwa aku perna menjadi pengganti Leana masuk penjara karena kasus narkob*." BUUUUKKK! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nhosa, sangking kerasnya tamparan dari tangan Tuan Tommy tubuh mungil Nhosa sampai terhuyun beberapa langkah kebelakang, melihat adegan itu spontan Xhavier yang berada lumayan jauh dari ruang keluarga berlari dengan kecepatan kilat menghampiri Nhosa. Xhavier merengkuh Nhosa dalam dekapan hangatnya, ia segera menangkis tamparan Tuan Tommy yang kedua kalinya kearah Nhosa, melihat tindakan Xhavier membuat Tuan Tommy melotot, dengan kasar Xhavier lalu menepis tangan Tuan Tommy. Alex yang menyaksikan adegan itu hanya larut dalam keterkejutannya, selama ini dia menganggap Nhosa adalah gadis yang tumbuh penuh kasih sayang kedua orang tuanya, Nhosa adalah gadis yang selalu di turuti permintaannya oleh orang tuanya, Nhosa adalah gadis yang di manja oleh orang tuanya, tapi setelah melihat adegan saat ini dan setelah mendengar semua penuturan yang dialami Nhosa di masa lalu barulah Alex tersadar bahwa gambarannya terhadap kehidupan Nhosa sangatlah berbeda. Xhavier segera memuntun Nhosa meninggalkan ruang tamu, sementara Tuan Tommy langsung tertunduk lesu begitu menyadari bahwa ia telah menampar Nhosa, ada rasa penyesalan di hati Tuan Tommy akan tindakannya yang menampar Nhosa. Tak tahan akan rasa penyasalannya, Tuan Tommy bergegas meninggalkan ruang keluarga diikuti oleh Nyonya Rose yang mengekor menyisahkan Alex dan Leana di ruang keluarga itu. Leana tersenyum lalu berlahan mendekati Alex "Bagaimana? Bukankan adegan yang tadi sangat menegangkan?" Ucap Leana dengan dana sedikit mengejek kearah Alex. Alex menatap Leana tajam, lalu dengan kasar ia menarik pergelangan tangan Leana "Kau..." Erang Alex geram. Leana dengan santai menyingkirkan genggaman tangan Alex dari pergelangan tangannya "Aku sudah memperingatimu Alex untuk tidak balas dendam karena itu akan menyakiti Nhosa tapi kau tidak mengindahkan peringatanku. Aku sudah memperingatimu berulang kali tapi kau mengabaikan ucapanku. Ku beri tahu kau satu hal Alex, di keluargaku yaitu keluar Scottler anak pertama adalah pewaris tunggal harta dan perusahaan Scottler group jadi apapun kesalahanku dan apapun kekacauan yang ku buat kedua orang tuaku akan selalu melindungiku mereka tidak akan membuat nama baikku rusak karena jika nama baikku rusak itu akan berefek pada perusahaan. Jadi seburuk apapun aku, aku tetap aman karena aku pewaris berbeda dengan Nhosa sebaik dan seberprestasi apapun dia maka dia akan tetap menjadi bayanganku, seperti yang kau dengar kesalahanku akan di tanggung oleh Nhosa sementara prestasi Nhosa akan diberikan padaku. Jadi jika kau tetap ingin melanjutkan balas dendammu bersiaplah melihat Nhosa semakin menderita." Ucap Leana lalu melenggang pergi dengan suara tawa mengejek kearah Alex. Mendengar ucapan Leana, Alex terjatuh lemas di atas sofa rasa penyesalan mulai bergelayut dihatinya terlebih saat ia melihat sendiri bagaimana Nhosa diperlakukan kasar oleh Tuan Tommy. Saat itu ketika Nhosa di tampar jujur Alex nyaris melangkah dan menghajar Tuan Tommy namun logika Alex berhasil memberhentikan niatanya itu dan memilih diam melihat Nhosa di tampar meski melihat itu hatinya juga jauh lebih sakit. Suara deringan ponsel membuyarkan pikiran Alex bergegas Alex meraih ponsel yang ada di saku celananya "Hallo?" Alex menjawab panggilan telpon itu tanpa melihat siapa penelpon itu terlebih dahulu. "Tuan Alex," suara Hendry sekretaris pribadi Alex terdengar dari seberang saluran telpon. "Aku sudah mendapatkan informasi sedetail mungkin tentang Nona Nhosa dan keluarga Scottler yang bahkan sampai informasi yang dirahasiakan sekalipun." Ucap Hendry membuat Alex bergegas meninggalkan kediaman Scottler. "Tunggu aku di rumah, dua puluh menit lagi aku akan sampai di rumah." Balas Alex lalu mengakhiri panggilan telponnya. Bersambung!...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD