Rencana Nhosa dan USB

1094 Words
** Kembali ke masa kini ** Nhosa yang saat itu duduk termenung hanya memandang sendu kearah ponselnya, ia melihat pemberitahuan ada panggilan masuk puluhan kali dari Alex dan ada puluhan pesan dari Alex namun Nhosa mengabaikannya. Nhosa beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar kamar saat membuka pintu alangkah terkejutnya Nhosa begitu mendapati sosok Xhavier duduk bersandar di samping pintu kamarnya dalam posisi kaki di selonjorkan dan tangan yang melipat di kedua dadanya. "Xhavier?" Panggilan Nhosa pelan membuat lelaki berparas tampan bercampur sexy itu tersentak dan segera terbangun lalu mendongak menatap kearah Nhosa yang berdiri di sampingnya. "Kenapa tidur disini?" Tanya Nhosa dengan pandangan heran "Kenapa tidak tidur di kamarmu?" Xhavier terdiam, dia sengaja tidur di depan kamar Nhosa karena ia takut Nhosa melakukan hal yang dapat membahayakan untuk dirinya sendiri. Nhosa lalu tersenyum melihat Xhavier yang sedikit kesusahan mencari jawaban untuk menjawan pertanyaannya. Nhosa menjulurkan tangannya kearah Xhavier, dengan cepat Xhavier meraih tangan itu lalu dalam sekali tarikan Xhavier sudah langsung bangun dari duduknya. "Terimakasih." Ucap Nhosa pelan membuat Xhavier menatapnya bingung "Aku tahu kau sengaja tidur di depan pintu kamarku karena kau khawatir bukan?" Dengan ragu dan tampak malu Xhavier menganggukan kepalanya untuk membenarkan. "Tenanglah Xhavier, aku baik-baik saja." Ucap Nhosa namun Xhavier tak mempercayai itu ia tahu Nhosa berbohong mengatakan bahwa ia baik-baik saja, tidak ada orang yang baik-baik saja setelah dikhianati kedua orang tua, kakak perempuan dan calon suaminya sendiri. "Sekarang pergilah tidur ke kamarmu." Titah Nhosa "Lalu Nona mau kemana sekarang?" Tanya Xhavier penuh selidik. "Aku akan pergi ke dapur, aku haus dan ingin menum." "Kalau begitu tunggulah biar ku ambilkan." Tawar Xhavier tapi gerakan Xhavier terhenti karena Nhosa mencekalnya. "Aku bisa ambil sendiri, kau pergilah ke kamarmu." Tolak Nhosa, alhasil Xhavierpun mengalah dan berlalu pergi meninggalkan kamar milik Nhosa namun Xhavier segera memberhentikan langkahnya dan bersembunyi untuk mengelabui Nhosa. Saat Nhosa lewat menuju dapur, Xhavier keluar dari persembunyiannya kemudian mengikuti langkah Nhosa dari kejauhan hanya untuk memastikan Nhosa aman. Disisi lain kediaman Scottler, tepatnya di ruang kerja Tuan Tommy, saat ini baik Tuan Tommy dan Nyonya Rose telah terlibat dalam percakapan serius. "Bujuklah Nhosa untuk membatalkan pernikahannya dengan Alex, aku yakin jika kau berbicara dengannya dan membujuknya Nhosa pasti akan mau menuruti permintaan kita." Pinta Tuan Tommy, Nyonya Rose mengangguk tanda mengerti lalu keluar dari dalam ruangan kerja Tuan Tommy. Saat melangkah keluar Nyonya Rose tanpa sengaja melihat Nhosa melintas di ruang keluarga berjalan menuju dapur, lalu tanpa bersuara Nyonya Rose mengikuti Nhosa. "Nhosa?" Panggil Nyonya Rose setibanya di dapur dan mendapati Nhosa saat itu berdiri sedang menuangkan air dalam gelas. "Bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Nyonya Rose dan Nhosa mengangguk menyetujui itu. Nhosa menghampiri meja makan menggeser kursi lalu duduk di sana begitu juga dengan Nyonya Rose saat ini keduanya dalam posisi duduk saling berhadapan disisi lain Xhavier masih setia memantau keadaan Nhosa. "Apa yang ingin Mama bicarakan?" Tanya Nhosa. Nyonya Rose tampak sedikit ragu namun ia harus mengatakan niatanya pada Nhosa. "Tidak bisakah kau merubah keputusanmu untuk membatalkan pernikahanmu dengan Alex dan membiarkan Alex menikah dengan Leana. Kau tahu sendiri Leana dan Alex telah tidur bersama, jika Alex menikah denganmu lalu bagaimana jika Leana hamil nantinya. Mama mohon tolong kali ini mengalah lah lagi demi nama baik keluarga kita, bukankah sesama keluarga harus saling melindungi dan saling mendukung. Mama mohon kau jangan bersikap egois untuk kali ini Nhosa." Ucapan Nyonya Rose membuat hati Nhosa yang tadinya tenang kini kembali bergejolak. "Kenapa Mama dan Papa berlaku seperti ini padaku?" "Ah!?" Seru Nyonya Rose bingung pada ucapan sang putri bungsu "Alex adalah milikku, memang apa salahnya mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku. Selama ini aku selalu mengalah semua milikku akan kalian berikan pada Leana baik itu barang ataupun prestasi yang ku dapatkan semua kalian klaim dan berikan untuk Leana. Kali ini hanya untuk kali ini apa salahnya jika aku mempertahankan hak milikku." Ucap Nhosa dengan nada pelan, ia seakan tidak memiliki tenaga untuk berdebat. "Seperti yang Mama katakan, kita ini keluarga, jadi sebagai keluarga kita harus saling melindungi tapi di keluarga ini aku tidak perna merasakan perlindungan Mama ataupun Papa. Setiap harinya kalian selaku orang tuaku seperti mendorongku ke sisi jurang. Tidak ada orang tua di dunia ini yang mengorbankan anak yang tidak bersalah demi melindungi anak yang bersalah. Kalian mengatakan kalian adalah keluargaku tapi sebagai keluarga aku tidak perna mendapat dukungan apapun dari kalian." Nyonya Rose tertunduk mendengar semua ucapan dari Nhosa "Disini aku atau kalian yang berlaku egois?" "Saat aku di penjara karena menggantikan Leana, kalian tidak perna sekalipun menjenguk ku, kalian yang mengaku keluargaku justru meninggalkan ku disaat posisi ku berada dititik terendahnya manusia, bahkan kalian tidak tahu saat di penjara aku nyaris mati karena alergiku. Jika seperti itu devinisi sebagai keluarga yang kalian anut maka aku tidak ingin terlahir menjadi keluarga kalian. Kalian bahkan tidak tahu bukan, berapa kali aku berusaha bunuh diri demi mengakhiri hubungan keluarga ini." Ucap Nhosa lalu melangkah pergi meninggalkan sang Ibu yang termenung mendengar semua ucapan Nhosa yang begitu menyayat hati. Xhavier tersentak dan segera berlari melihat Nhosa yang nyaris tumbang, dengan sigap Xhavier merengkuh tubuh Nhosa "Anda baik-baik saja?" Tanya Xhavier dan Nhosa segera mengangguk. "Tolong antarkan aku ke kamarku, Xhavier." Pinta Nhosa dan Xhavierpun mengangguk, dengan langkah pelan Xhavier menuntun Nhosa menuju kamarnya. "Begitu besar rasa cinta anda pada Alex hingga meski anda tahu Alex sudah mengkhianati anda, anda tetap mempertahankan hubungan anda." Ucap Xhavier membuat Nhosa tersenyum. "Sejak dikhianati oleh Alex cintaku padanya sudah hilang Xhavier." Jawab Nhosa membuat mata Xhavier terbelalak. "Lalu kenapa anda masih mempertahankan rencana pernikahan anda?" Tanya Xhavier penasaran. "Aku mempertahankan rencana pernikahanku dan Alex bukan karena aku masih mencintai Alex tapi karena aku ingin mempertahankan milikku. Selama ini aku selalu mengalah tapi kali ini hanya untuk kali ini aku ingin mempertahankan milikku. Aku ingin menunjukan pada Leana, dan kedua orang tuaku bahwa sekarang apa yang menjadi milikku hanya untukku dan takkan ku biarkan orang lain merebutnya kecuali aku membuangnya." Ucap Nhosa Xhavier membuka pintu kamar lalu membantu Nhosa menuju tempat tidurnya "Besok tepat di hari pernikahanku aku akan membuang Alex." Ucap Nhosa "Maksudnya?" Tanya Xhavier bingung "Kau akan tahu besok apa maksudku." Jawab Nhosa. Nhosa membuka laci nakas yang ada di samping tempat tidurnya lalu mengambil USB berwarna hitam kemudian menyerahkan USB itu pada Xhavier sembari berkata "Besok, serahkan USB ini pada wartawan yang ada di BMN media, berikan USB ini pada Yuri. Katakan saja bahwa USB ini dariku. Yuri sudah tahu apa yang akan dia lakukan pada USB ini." Ucap Nhosa dan Xhavier hanya mengangguk mengiyakan semua ucapan Nhosa meski ia sangat penasaran tentang rencana Nhosa besok di acara pernikahannya. Bersambung!...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD