1 bulan telah berlalu, Alex yang kini tengah menjadi tahanan kejaksaan tengah duduk menerima besukan dari Hendry di ruang besuk.
"Bagaimana keadaan Helen?" Tanya Alex
"Helen masih belum siuman," jawab Hendry dengan wajah berat
Alex meraih tangan Hendry kemudian berkata "Jangan hentikan perawatan Helen, Hendry. Orang tuaku memang bukan orang kaya, mereka hanya Dosen biasa tapi mereka memiliki tabungan dan beberapa sertifikat tanah, masuk ke kamar mereka di dalam lemari ada berangkas kecil sandinya 931245 gunakan apapun yang ada di dalam sana untuk biaya perawatan Helen, Hendry."
"Tenanglah Alex, aku tidak akan menghentikan perawatan Helen, karena dia telah ku anggap sebagai adikku sendiri." Balas Hendry.
"Lalu bagaimana dengan Leana? Apa dia datang mengunjungimu?" Tanya Hendry membuat Alex mengangguk menjawab pertanyaannya.
"Dia selalu datang mengunjungiku, dan 2 minggu lagi adalah sidang putusanku." Jawab Alex "Ku harap Hakim dapat mengambulkan permintaan pengacara agar aku di rehabilitasi." Lanjut Alex sebelum akhirnya Hendry berlalu pergi karena jam besuk sudah habis.
Di perjalanan keluar tepatnya dibagian informasi Hendry menghentikan langkahnya saat ia melihat sosok Leana telah berdiri meminta izin pada petugas untuk masuk menemui Alex, namun petugas menolaknya karena jam besuk Alex telah habis digunakan oleh Hendry.
"Kalau begitu bisakah anda berikan ini pada Alex, ku mohon." Sekilas ucapan Leana yang terdengar merayu pada petugas
"Leana?" Panggil Hendry segera gadis itu menatap kearah Hendry jadi sekarang Leana tau alasan ia tidak di perbolehkan mengunjungi Alex setelah melihat sosok Hendry.
Leana segera menghampiri Hendry "Bagaimana keadaan Alex?" Tanya Leana.
"Alex baik-baik saja," jawab Hendry "Apa kau sudah tau 2 minggu lagi Alex akan menjalani sidang putusan?" Leana mengangguk memberi respon pada pertanyaan Hendry.
"Ah bagimana keadaan adiknya Alex?" Tanya Leana.
"Dia masih koma," jawab Hendry dengan nada berat sebelum Leana mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Hendry.
"Apa ini?" Tanya Hendry.
"Gunakan ini untuk biaya perawatan adiknya Alex, memang tidak banyak tapi setidaknya cukup untuk biaya perawatan adiknya Alex selama 2 minggu." Ucap Leana sebelum berlalu pergi mengabaikan panggilan Hendry..
Hendry membuka amplop itu, mata Hendry terbelalak saat pecahan uang 100$ segepok menjadi penglihatan pertamanya ketika ia membuka amplop itu.
"Ternyata benar, Leana bukanlah gadis biasa. Dia anak orang kaya." Gumam Hendry lalu melenggang pergi membawa serta uang pemberian Leana meski sebenarnya ia tidak ingin menerima uang itu tapi mau tak mau ia harus menerimanya mengingat biaya perawatan Helen yang begitu besar.
***
Setelah hakim membaca putusan, Alex dengan segera terjatuh lemas saat hakim menyetujui permohonan rehab dari pengacarannya.
Leana yang saat itu menyaksikan persidangan juga bernafas lega setidaknya Alex hanya harus menjalani rehab selama 6 bulan.
Alex tersenyum kearah Hendry dan Leana lalu ia berjalan menghampiri kekasih dan sahabatnya itu, dengan erat Alex memeluk Leana.
Leana sempat memberikan Alex secarik kertas sebelum Alex dibawa pergi oleh petugas.
Dalam mobil Alex membuka kertas yang diberikan Leana lalu membacanya, yang berisi kalimat.
'Terimakasih Alex atas segalanya, maaf hari ini adalah hari terakhir pertemuan kita. Papa mengirim ku ke luar negeri untuk kuliah disana, dan aku mau kita putus. Terimakasih atas segelanya Alex. Selamat tinggal.'
Setelah membaca surat itu tangan Alex langsung terjatuh lemas sebelum ia tertawa hampa, sekarang ia menyadari bahwa selama ini Leana datang mengunjunginya hanya untuk memastikan Alex mengakui sampai akhir bahwa obat terlarang itu miliknya dan saat hakim memutus Alex bersala dan Alex menerima hukumannya, Leanapun berlalu pergi.
Hati Alex sangat hancur namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain hanya menertawai dirinya yang bodoh, ia telah kehilangan orang tuanya dan masa depan serta cita-citanya karena melindungi gadis yang sangat ia cintai namun sekarang gadis itu mencampakannya membuangnya layaknya sampah setelah berhasil memanfaatkannya, menyesalpun kini tidak ada gunanya.
****
3 TAHUN kemudian, Hendry yang saat itu sedang membaca berita online di ponsel pintar miliknya tiba-tiba terbelalak melihat foto sosok Leana berada di berita itu dan menjadi tokoh utama dalam berita "Akhirnya Tommy Scottler, pengusaha sukses disegala bidang pemilik Scottler group telah mengumumkan siapa pewarisnya yaitu anak pertamanya sendiri yang bernama LEANA SCOTTLER," ucap Hendry sebelum menghela nafas berat "Selama ini aku selalu merasa bersalah karena telah menggunakan uang yang dia berikan dulu tapi sekarang....."
"Uang apa yang kau maksud Hendry?" Pertanyaan yang dilontarkan Alex dari arah belakang membuat Hendry terlonjak kaget dan tak dapat melanjutkan kalimatnya
"Apa kau sudah tau hot topic berita hari ini?" Bukannya menjawab Hendry justru melontarkan kalimat tanya pada Alex.
"Lihat ini, gadis kejam ini ternyata anak dari seorang pengusaha sukses, jika ku tahu dia orang kaya maka pada saat itu aku seharusnya meminta lebih uang padanya." Ucap Hendry lagi membuat Alex menyerengit
"Uang apa maksudmu, Hendry?" Tanya Alex
"3 tahun lalu, 2 minggu sebelum kau menerima putusan hakim, Leana memberiku uang sejumlah 200 ribu dolar, ia memintaku untuk menggunakan uang itu sebagai pembayaran rumah sakit Helen."
"Kenapa kau menerima uang darinya Hendry. Aku sudah katakan untuk menggunakan semua tabungan yang ada atau jual tanah yang sertifikatnya ada di brangkas, kenapa kau justru mengambil uangnya." Ucap Alex terdengar sedikit marah dan kecewa pada Hendry.
"Kenapa aku harus tidak menerimanya, tentu saja aku harus menerimanya, dia telah merusak masa depanmu, dia penyebab utama Om dan Tante meninggal dan dia penyebab Helen dalam kondisi seperti saat ini, jika dihitung uang 200 ribu dolar itu belum cukup untuk menutup kerugian yang kau alami." Jawab Hendry merasa tak terima pada perkataan Alex
"Kenapa? Wajahmu seakan tak terima jika aku menjelek-jelekan Leana, apa kau masih mencintainya?" Ucap Hendry namun tak ada respon dari Alex
"Kau sangat bodoh jika kau masih mencintainya Alex, seharusnya kau membencinya. Apa kau masih ingat, 3
tahun lalu setelah putusan hakim, Leana memutuskan hubungan dengan mu melalui secarik kertas bahkan tak perna sekalipun dia mengirim pesan atau telpon hanya sekedar basa basi menanyakan keadaanmu saat itu padahal semua yang kau alami saat itu karena berusaha melindunginya dan kau justru...." Ucapan Hendry terhenti saat Alex berlalu pergi meninggalkannya yang sedang mengoceh saat itu.
"Haaahrrg!..." Hendry mengerang kesal "Bisa-bisanya dia masih mencintai Leana hingga saat ini, pantas saja 3 tahun ini dia memilih jomblo meskipun banyak gadis kaya mendekatinya, dia membuat wajah tampannya terbuang sia-sia karena masih gagal move on pada gadis yang membuangnya layaknya sampah." Ucap Hendry kesal.
Sementara di sisi lain, Alex yang termenung kini meraih ponselnya lalu menelpon nomor polisi bagian pengaduan untuk memberikan informasi pada polisi bahwa salah satu putri Tommy Scottler adalah pencandu Nark*ba. Itu Alex lakukan sebagai salah satu caranya untuk balas dendam.
Bersambung...