Nhosa berjalan lemas menuju kamarnya, hari ini semua kejadian seolah membuat fisik dan jiwanya hancur, sementara Xhavier hanya memandang Nhosa dengan pandangan iba, Xhavier juga masih bingung akan apa yang terjadi pada Nhosa, Alex dan Leana tapi yang jelas sikap Alex yang mengabaikan Nhosa hari ini telah benar-benar membuat Xhavier geram.
Sementara disisi lain, Leana terlihat kesal masuk dalam kamarnya, ia menutup pintu kamar dengan begitu keras setelahnya melangkah terburu memasuki kamarnya dengan perasaan khawatir dan panik. Leana berjalan berputar-putar di dalam kamarnya seraya menggigit ibu jarinya "Tidak bisa, Nhosa tidak bisa menikah dengan Alex. Jika Alex berhasil menikahi Nhosa dan berhasil membuat Nhosa menjadi pewaris harta dan perusahaan Scottler maka aku bisa mati." Ucap Leana seraya berpikir keras sebelum ia memberhentikan langkahnya "Aku harus memberitahu Papa dan Mama. Mereka harus menikahkan aku dan Alex agar aku dapat menggagalkan pernikahan Nhosa dan Alex dan menggagalkan rencana Alex untuk menghancurkanku." Pikir Leana lalu terburu keluar dari dalam kamar untuk mencari kedua orang tuanya.
Leana berjalan terburu kearah ruang kerja Tuan Tommy Scottler namun begitu ia membuka pintu ruangan kerja ia tak mendapat sosok paruh bayah sang ayah disana.
"Apa Papa belum pulang?" Pikir Leana, segera ia berlari kearah kamarnya dengan terburu mengambil ponsel yang ada di atas nakas lalu mulai mencari kontak sang Ayah dan tanpa buang-buang waktu Leana segera menelpon nomor sang Ayah begitu ia mendapatkan nomor itu.
Tak beberapa lama menunggu panggilan telponpun dijawab oleh Nyonya Rose Scottler, Ibunda dari Leana dan Nhosa.
"Ada apa Leana?" Tanya Nyonya Rose
"Papa dan Mama dimana sekarang?"
Nyonya Rose yang saat itu sedang menghadiri perkumpulan para pebisnis sukses dengan sang suami yaitu Tuan Tommy menyerengit begitu mendengar nada panik dan risau dari Leana.
"Apa yang terjadi Leana? Apa kau membuat masalah lagi?" Bukannya menjawab Nyonya Rose justru balik bertanya, wanita paruh baya itu bahkan menekan suaranya agar lebih pelan takut percakapannya dengan Leana di dengar orang lain.
"Aku tidak membuat masalah apapun kali ini Ma, hanya saja ada sesuatu yang penting yang harus ku katakan pada Mama dan Papa." Jawab Leana
"Kau yakin tidak membuat masalah Leana?"
"Iya Ma, aku yakin." Sahut Leana
"Ingat Leana, kau adalah pewaris perusahaan Scottler Group, aku dan Papamu sudah lelah menutupi semua kekacauan yang kau berikan, untuk menutupi semua kesalahan dan kekacauan yang kau buat aku dan Papamu bahkan harus menumbalkan Nhosa untuk menggantikanmu, kali ini jika kau membuat masalah atau kekacauan lagi maka Papamu akan benar-benar mengangkat Nhosa sebagai pewaris semua perusahaan dan kami tidak bisa menutupi semua kesalahanmu lagi." Ucap Nyonya Rose membuat Leana gemetar.
"Tidak Ma, aku tidak melakukan kesalah kali ini." Jawab Leana yakin.
"Baiklah kalau begitu tunggulah, satu jam lagi acara akan selsai, mungkin 2 jam lagi aku dan Papamu akan tiba di rumah." Ucap Nyonya Rose lalu mengakhiri percakapannya.
***
Mobil sedan mewah terparkir tepat di parkiran kediaman Scottler, bergegas Tuan Tommy dan Nyonya Rose keluar dari dalam mobil sedan mewah itu.
"Sayang, Leana menunggu kita. Dia mengatakan ada yang ingin dia bicarakan pada kita." Ucap Nyonya Rose dengan nada penuh kehati-hatian. Mendengar ucapan sang istri, Tuan Tommy segera memberhentikan langkahnya lalu menoleh kearah Nyonya Rose.
"Apa anak itu membuat masalah lagi?" Tanya Tuan Tommy dengan nada dingin dan mata melotot
"Aku tidak tahu, tapi Leana mengatakan kali ini dia tidak membuat masalah apapun."
"Jika dia tidak membuat masalah apapun lalu untuk apa dia ingin berbicara pada kita. Tidak bisakah dia mencontoh Nhosa adiknya, Nhosa sangat bisa diandalkan di perusahaan sementara Leana hanya dapat membuat kekacauan, jika karena bukan tradisi dan adat istiadat turun temurun keluarga Scottler yang harus menjadikan anak pertama sebagai ahli waris perusahaan maka aku akan mencoret nama Leana dari ahli waris dan menggantikannya dengan Nhosa." Ucap Tuan Tommy membuat Nyonya Rose langsung menundukan kepalanya.
"Setidaknya, mari kita dengarkan dulu apa yang ingin di bicarakan Leana pada kita." Nyonya Rose berusaha membujuk Tuan Tommy dan berhasil.
"Baiklah, tapi apa bila dia membuat kekacauan atau masalah kali ini maka persetan dengan tradisi turun temurun keluarga Scottler, aku akan tetap mencoret nama Leana dan menggantikan nama Nhosa sebagai ahli waris." Setelah mengucapkan niatnya Tuan Tommy bergegas memasuki kediamannya.
"Katakan pada Leana suruh dia menungguku di ruang kerjaku."
"Baik sayang." Balas Nyonya Rose lalu bergegas menuju kamar Leana untuk memberitahukan bahwa ayahnya memintanya menunggu di ruang kerja.
Leana yang masih gelisa menunggu di kamar segera menoleh kearah pintu begitu ia mendengar suara pintu kamarnya dibuka.
"Mama," panggil Leana lalu berhamburan menghampiri sang Ibu.
"Apa kata Papa?" Tanya Leana cemas.
"Papamu memintamu menunggu di ruang kerjanya." Jawab Nyonya Rose tanpa buang-buang waktu Leana langsung keluar dari dalam kamarnya menuju ruang kerja sang Ayah, di ikuti oleh Nyonya Rose yang mengekor di belakang.
Lima menit menunggu dalam ruangan kerja akhirnya Tuan Tommy masuk, seketika Leana langsung berdiri dari duduknya ketika sosok dingin sang Ayah memasuki ruangan kerjanya.
"Langsung pada inti pembicaraan Leana, tak perlu berbasa basi karena aku masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus aku selsaikan." Ucap Tuan Tommy to the poin seraya berjalan menghampiri tempat duduknya selaku CEO dan pemilik perusahaan Scottler group.
Leana lama terdiam, ia tak tahu harus mulai dari mana namun ia harus mengatakan rencananya.
"Aku ingin Papa dan Mama menikahkan aku dengan Alex." Ucapan Leana spontan membuat mata Nyonya Rose melotot dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut begitu juga dengan Tuan Tommy.
"Alex? Maksudmu Alex calon suami adikmu, Nhosa?" Tanya Nyonya Rose dengan nada ragu membuat Leana tanpa tahu malu langsung mengangguk mengiyakan.
"Apa kau sudah gila, Leana. Alex sebentar lagi akan menikah dengan adikmu Nhosa, bagaimana mungkin kau.. " Nyonya Rose tak dapat melanjutkan ucapannya ia hanya dapat menganga tanpa bisa berkata apa-apa.
Leana lalu menatap sang Ayah yang tidak merespon apapun, Leana tahu Ayahnya itu sangat mementingkan bisnis jadi Leana yakin jika mendengar penjelasan darinya Tuan Tommy pasti akan menyetujui permintaanya itu.
"Papa tahu Alex adalah pebisnis yang saat ini tengah naik daun, begitu banyak prestasi yang dia dapatkan di usia muda. Aku yakin jika Alex menikah denganku itu akan memberikan dampak positif bagi perusahaan kita mengingat aku adalah pewaris utama perusahaan. Akan begitu banyak keuntungan yang kita dapat jika aku menikah dengan Alex dari pada Nhosa yang menikahi Alex." Jelas Leana dengan wajah penuh harap. Berharap bahwa sang Ayah akan mengabulkan permintaannya untuk menikahi calon suami adik kandungnya sendiri.
Bersambung!...