Bab 20

1119 Words

Namun tiba-tiba lamunanku buyar oleh ketukan pintu, aku pun beranjak untuk membukanya. Saat ku buka ternyata Lina adiknya Reyhan. "Halo mbak apa kabar?" Sapa nya saat aku buka pintu. " Hay... baik Lin"jawabku dengan tersenyum manis. "Mbak sendirian di rumah?" Tanyanya sambil masuk. "Iya, kan bang Reyhan lagi di kafe" Kataku mengikuti Lina masuk. "Ya maksudku siapa tahu ada pembantu" Ujarnya dengan tersenyum. "Buat apa? Lagian kan cuman berdua jadi masih bisa aku kerjakan sendiri" Kataku " Aku kesini mau ngasih undangan bang Irfan, dia kan mau menikah"sambil memberikan undangan. Aku juga sudah tahu kalau bang Irfan akan menikah karena Reyhan sudah cerita. "Oh makasih Lin" Ku ambil undangan nya. Namun Lina pun memberikan sebuah bungkusan kepadaku. "Ini apa Lin? " Tanyaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD