Bab 21

1006 Words

Saat aku buka kedua mataku pertama yang ku lihat adalah sebuah ruangan yang berwarna putih dan bau yang sangat tidak asing yaitu obat-obatan. Ku edarkan pandangan dan ku lihat di sebelahku ada Reyhan yang sedang tertidur mungkin dia lelah karena menunggu. Aku merasa haus namun aku tidak tega untuk membangunkan Reyhan maka aku coba raih gelas yang ada di atas meja di sebelahku namun karena tidak sampai dan hanya bisa menyentuhnya sedikit gelas itu pun terjatuh. "prang " Reyhan bangun dan segera melihat ku. "Kamu sudah sadar? kamu mau minum Ra?" Tanyanya saat melihat aku dan gelas yang pecah. Aku mengangguk.. "Kenapa tidak bangunin aku, kondisi kamu masih lemas! " Ucapnya dengan nada lirih. "Aku tidak mau ganggu tidurmu" Reyhan hanya membuang nafas saja sepertinya dia kesal dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD