Sekarang aku sudah berada di ruang nya Aldian adik ku dan saat ini aku sedang berbicara dengan mamah walau sebenarnya saat ini aku sedang tidak fokus walau ragaku di ruangan ini tapi pikiranku kejadian barusan.
"Ra, kamu kenapa kok dari tadi mamah ajak ngomong kamu diam saja? " tanya mamah
"Maaf mah Nara sedang tidak fokus saat ini" ucap ku
"Kamu kenapa ada masalah lagi? " tanya mamah
"Engga ko mah, aku cuman penasaran aja sama orang yang bikin Al kaya gini" Ucap ku berbohong.
Aku nggak mungkin bilang yang sebenarnya karena aku engga mau mamah atau papah kepikiran apalagi dengan keadaan Al kaya gini.
"Ya udah kalo gitu kamu jagain Al ya, mamah mau pulang dulu istirahat, nanti malam mamah ke sini lagi" ucap mamah
"Iya mah biar sekarang Nara yang di sini" ucap ku
Akhirnya mamah dan papah pulang aku yang jagain Al.
"Kak, lo lagi ada masalah ya?" tanya Al
"Engga ko" ucap ku
"Kakak nggak usah bohong,gue kaya gini kan karena gue bela lo" ucap nya
"Maksud lo" tanya ku
"Ya saat gue mau balik gue di cegat oleh preman dan mereka mau ngancam lo supaya lo jangan pernah deket lagi sama kak Reyhan namun gue lawan dan ternyata mereka malah bikin gue kaya gini" ucap Al
"Lo ngapain lawan sih, lo kan tinggal bilang iya" ucap ku
"Gue tau lo cinta banget kan sama Kak Reyhan dan gue nggak mau kalo lo sampai harus kehilangan cinta lo" ucap nya
"Gue rela nggak dapetin Reyhan tapi gue nggak rela kalo ngeliat orang yang gue sayang menderita" ucap ku
"Kak, asal lo tau selama ini cinta lo nggak pernah bertepuk sebelah tangan, karena gue tau kalo Kak Reyhan juga cinta sama lo, mungkin hanya karena kita bukan orang kaya maka keluarganya tidak setuju" ucap Al
"Lo jangan sok tau deh" ucap ku
"Gue engga sok tau karena dulu Kak Reyhan pernah bilang kalo dia suka sama lo, lo nya aja yang kurang peka" ucap nya
"Sialan lo" ucap ku
"Terserah deh lo mau percaya atau engga" ucap Al pada akhirnya.
Walau aku sudah tau Reyhan emang suka sama ku tapi aku tidak mau egois dengan merebutnya dari orang lain toh kalo Reyhan mau Terima perempuan itu dia pasti akan bisa mencintai nya. Aku hanya bisa pasrah dan serahkan semuanya kepada Allah kalau aku memang berjodoh dengan nya pasti akan ada jalan untuk kami bersatu.
Tanpa terasa waktu aku menggantikan mamah nungguin Al udah habis karena sekarang aku harus pulang.
"Mah, pa aku pulang ya" pamit ku
"Iya sayang hati-hati ya" ucap mamah
Aku pun keluar dan berjalan di lobi namun aku merasa ada yang mengikuti tapi saat ku lihat tidak ada, Sesampainya di parkiran aku pun segera menjalankan Motorku. Namun saat di tengah jalan aku dipepet oleh mobil dan untung nya aku tidak jatuh karena aku bisa menghindar. Entah kenapa semakin hari semakin banyak yang ingin mencelakai ku dan keluarga ku, padahal yang salah disini hanya aku. Akhirnya aku sampai rumah dengan selamat dan aku pun segera masuk dan membersihkan badan. Setelah semuanya beres aku pun mulai rebahan dan sekarang aku memikirkan supaya aku dan keluarga ku tidak celaka gimana. Setelah mendapatkan keputusan yaitu aku akan mencoba lebih dulu pergi dari sini biar mamah, papah dan Al menyusul besok aku akan bicara sama mereka. Aku pun tidur karena mungkin sudah lelah juga karena jam 12 aku baru bisa tidur.
Pagi nya seperti biasa aku bangun dan melaksanakan tugasku sebagai muslim dan langsung membersihkan rumah setelah beres baru aku bikin sarapan untuk mamah dan papah. Sekitar jam delapan aku sudah siap pergi ke rumah sakit dengan menggunakan motor kesayangan ku.
Jalanan tidak terlalu macet jadi aku tidak butuh waktu lama untuk sampai rumah sakit.
Sesampainya di sana aku menyerahkan sarapan untuk mamah dan papah aku akan menunggu mereka makan dan setelah makan baru aku akan membicarakan keputusan ku untuk lebih dulu ke kampung halaman mamah.
"Mah, pa ada yang mau Nara bicarakan" ucap ku
"Ada apa Ra, sepertinya penting banget ya" tanya mamah
"Gini mah pa aku ingin lebih dulu pindah ke kampung halaman mamah" ucap ku
"Loh kenapa Ra? " tanya papah
"Aku engga mau terjadi yang lebih dari ini" Ucapku
"Maksud kamu? " Tanya mamah
"Mah semua yang menimpa papah dan Al itu karena aku, Karena aku yang sudah mencintai orang yang salah" ucap ku
Air mata ini sudah tidak bisa aku tahan
"Nara" ucap mamah
"Nara sudah salah mencintai seseorang mah, pria yang seharusnya nggak pernah Nara cintai, Nara sudah sering di peringati supaya tidak bertemu dengan pria itu atau anggota keluarga nya, namun selama ini Nara masih suka bertemu dengan mereka" ucap ku
"Kamu nggak salah sayang, cinta itu datang tanpa bisa kita cegah, namun bagaimana cara kita menghadapinya" ucap mamah
"Maaf mah" ucap ku
"Udah sayang jangan menangis kalau memang kamu ingin cepat tinggalkan kota ini maka papah izinin sayang" ucap papah.
"Makasih pa" ucap ku
"Kapan kamu akan pergi?" tanya papah
"Mungkin besok pa biar lebih cepat juga" ucap ku
Akhirnya aku mendapat persetujuan dari mamah dan papah untuk pergi lebih dulu, mungkin mereka sudah mengerti.
Setelah aku menggantikan mamah jaga sorenya aku pulang dan saat di rumah aku pun segera membereskan semua keperluan ku untuk ku bawa ke kampung halaman mamah. Setelah semuanya beres aku pun tidur karena besok aku harus segera berangkat ke terminal untuk naik bis.
Pagi nya aku sudah siap untuk berangkat dan sekarang aku sedang menunggu papah menjemput karena akan mengantarku ku ke terminal.
"Kamu udah siap Ra? tanya papah saat sudah datang.
" Sudah pa, papah mau sarapan dulu atau bikin kopi? "tanya ku
" Tidak usah ayo kita berangkat"ucap papah
Kami pun berangkat ke terminal. Sesampainya di terminal aku pun segera naik ke bis tujuan kampung mamah.
"Pa, Nara pamit ya untuk berangkat" pamit ku
"Iya sayang Hati-hati" ucap papah.
Aku pun mencium tangan papah dan memeluk nya.
Aku pun naik karena bus akan berjalan.
Saat di perjalanan aku pun mengirim pesan pada Ayu.
"Ayu gue pamit ya, maaf gue baru bisa pamit"