Bab 12

986 Words
Setelah mengirim pesan pada Ayu, ponselku langsung kumatikan dan mengganti nomer yang baru. Aku sengaja mengganti nomor karena ingin membuka lembaran baru tanpa ada orang dari masa laluku. Setelah mengganti nomer aku pun mengirim pesan kepada papah untuk memberi tahu kalo aku mengganti nomor. Sudah hampir 4 jam aku di perjalanan harusnya sudah sampai karena macet jadi agak lama. Akhirnya aku pun sampai di terminal bus. Saat turun aku sudah di jemput oleh pamanku adik dari mamaku. "Ra, kamu sehat? " tanya paman setelah aku menghampirinya dan mencium tangan nya. "Alhamdulillah sehat mang" jawabku. "Ya udah atuh, ayo naik! " titah pamanku. Aku pun naik ke motor paman, selama di perjalanan aku melihat pemandangan yang sangat sejuk karena disini banyak persawahan dan kebun ya nama nya juga di kampung. Hanya butuh setengah jam aku pun sampai ke rumah Nenek. Aku disambut oleh keluarga besar di sini mulai dari Nenek bibi dan anak-anak nya. Aku pun mencium tangan mereka satu satu tapi tidak untuk anak-anak nya. "Apa kabar nek, bibi? " tanya ku "Kami di sini baik-baik sajak nak" ucap nenek. Aku pun masuk rumah, ya walau rumah nenek tidak terlalu besar tapi masih bisa muat untuk aku tinggal. "Kamu masih capek, istirahat aja Ra, nanti saat makan siang bibi panggil" titah bibi. "Nggak apa kok bi, aku engga capek, aku juga ingin melihat-lihat sekitar sini" kata ku. "Ya udah kalo itu mau kamu, bibi tinggal ke dapur dulu ya" pamit bibi. Aku pun masuk kamar walau sederhana tapi rapi. Aku pun merebahkan tubuhku dan memberi kabar kepada orang tuaku kalau aku sudah sampai. "Pa, aku sudah sampai" isi pesan ku. Namun tidak ada balasan mungkin mereka sedang sibuk mengurusi kepulangan Aldian dari rumah sakit. Setelah cukup beristirahat aku pun beranjak ke luar untuk melihat sekitar sini. Sekitar rumah nenek masih sejuk karena ditanami pohon-pohon rindang. "Teh Nara sini, duduk di sini" panggil Puput anak paman. "Oh, iya bentar" jawabku Aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya. "Nggak capek teh, kok nggak istirahat? " tanya nya. "Engga ko, kamu sedang apa? " tanya ku. "Ini teh lagi bikin PR dari sekolah" jawab nya. "Kamu kelas berapa? " tanya ku "Aku baru kelas satu SMA teh" jawab nya. Puput itu hampir seumuran dengan Aldian jadi wajar kalau dia baru kelas satu SMA. Aku pun hanya memperhatikan nya, dan tidak lama bibi memanggil kami untuk makan siang. Kami pun beranjak dan pergi ke meja makan untuk makan. Selama makan kami tidak bicara namun setelah makan tiba-tiba paman berbicara. "Ra paman harap kamu betah di sini, kalo kamu ingin kerja kamu bisa kerja di tempat paman kerja? " ucap nya. "Iya paman, mudah-mudah aku betah, kalo masalah kerja nanti deh aku pikir-pikir dulu" jawabku. "Iya nak, nenek senang akhirnya kalian mau pulang ke sini" ucap nenek. Aku hanya tersenyum. Setelah makan paman pamit untuk kembali bekerja, paman emang mandor di sebuah pabrik jadi dia bisa izin dulu untuk menjemput ku. Aku pun istirahat dan tidur karen mulai terasa capek. Saat pertama datang ke kampung ini aku sudah merasa nyaman mungkin karena suasana nya yang nyaman. Tak terasa aku sudah satu minggu berada di tempat ini dan hari ini mamah papah dan Aldian akan menyusulku kesini setelah mengurus kepindahan sekolah Aldian, dan keadaan Aldian sudah lumayan baik. Keluarga ku pun nyampai karena mereka datang ke sini dengan membawa barang jadi mereka naik truk dan hanya Aldian dan papah yang bawa motor. Awalnya kami akan cari rumah di sini namun nenek melarang karena paman sudah punya rumah jadi kami bisa tinggal bersama nenek. Setelah semuanya beres kami pun makan bersama dan bercanda ternyata lebih enak nya tinggal dekat dengan keluarga. Aku sebenernya udah mulai bosen dengan hanya diam saja di rumah akhirnya aku tanya kan pada paman lowongan kerja yang dulu pernah ditawarkan nya. "Paman, maaf kalo untuk kerjaan yang dulu paman tawarkan masih ada? " tanya ku "Kenapa Ra, kamu mau kerja? tanya mamah. " Iya mah Nara udah mulai bosen"beri tau ku. "Kalo emang kamu mau, masih bisa ko Ra" ucap paman. "Kalo boleh tau kerja apa paman? " tanya ku. "Karyawan biasa paling Ra, nggak apa-apa kan? " tanya paman. "Engga, apa-apa ko paman, lagian aku juga cuman lulusan SMA" ucap ku. "Ya udah besok kamu ikut paman ya" titahnya. Setelah bicara dengan paman dan acara makan aku pun masuk kamar karena sudah malam juga biar besok aku bisa semangat buat kerjanya. Paginya aku sudah siap untuk pergi ke pabrik dengan paman. "Kamu udah siap Ra? " tanya mamah. "Udah mah" jawabku. "Ya udah sarapan dulu ini" titah mamah. Aku pun sarapan setelah sarapan aku pun pergi ke rumah paman dan ternyata paman sudah siap, kami pun pergi dan saat sampai pabrik aku kok merasa minder ya karena ternyata lumayan banyak juga karyawan nya. Aku turun dan di ajak paman ke ruang HRD buat memberikan persyaratan kerja. Setelah dilihat,HRD menyuruhku mengikutinya ke ruangan dan saat di ruangan dia menyuruhku mengerjakan sebuah berkas kalau aku bisa aku akan diposisikan menjadi Admin gudang. Setelah ku kerjakan menurut perintah ya aku hanya butuh waktu satu jam untuk membuat laporan dan ternyata dia menyukai ku dan akhirnya aku diterima sebagai Admin gudang jadi lumayan lah pekerjaanku tidak menguras tenaga. Besok nya aku pertama kerja dan selama bekerja aku nyaman saja bahkan tak terasa aku sudah bekerja di tempat ini selama dua minggu. Selam sebulan aku tinggal di sini aku benar-benar lupa dengan semua kejadian yang menimpaku walau sebenarnya aku masih mengingat Reyhan dan bahkan rasa cinta ku sama dia tidak bisa dengan mudah aku lupakan. Namun aku bertekad akan membuat aku pantas bersanding dengan nya jika aku berjodoh dengan nya. Tapi jika tidak setidaknya aku sudah tidak kelihatan rendah di mata semua orang yang membenciku. Walau kadang aku masih suka ada rasa rindu untuk mencari tahu kabarnya namun aku mencoba tahan saja. Karena aku engga mau usia aku selama sebulan ini sia-sia. "Ra, kamu sedang apa, ngelamun ya?" tanya Fika temanku di pabrik.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD