Bab 11 - Serangan balik

1370 Words

Pintu itu sedikit terbuka, sebuah celah kesalahan yang jarang terjadi di benteng kesempurnaan milik Damian. Alisa seharusnya terus berjalan. Ia tahu aturan main di rumah ini, jangan melihat apa yang tidak ingin diperlihatkan, jangan bertanya apa yang tidak ingin dijawab. Di sana, di bawah cahaya lampu kamar mandi yang temaram, Damian berdiri membelakangi pintu. Ia bertelanjang d**a. Punggungnya lebar, otot-ototnya tegang seperti kawat baja yang ditarik kuat. Tapi bukan kekuatan fisiknya yang membuat nafas Alisa tercekat, tapi bekas luka itu. Jaringan parut itu membentang secara diagonal di punggungnya, kasar, timbul, dan mengerikan. Bukan sekadar goresan pisau, itu adalah jejak kehancuran. “Astaga.” Alisa tersentak, suara keluar tanpa izin dari tenggorokannya. Dia melihat tanda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD