Bab 18 - Kembali diisolasi

1163 Words

Pagi itu, udara di dalam mansion Sagara terasa lebih berat dan dingin daripada biasanya, seolah seluruh bangunan masih menahan nafas setelah konfrontasi brutal malam sebelumnya. Itu adalah keheningan yang dipaksakan. Alisa bangun dengan perasaan aneh, bukan lagi amarah yang membakar, melainkan kekosongan beku. Ia menyentuh pergelangan tangannya, mencari bobot gelang giok yang kini hanya berupa debu memori, dan rasa sakit kehilangan itu mengirimkan getaran dingin ke seluruh tubuhnya. Dia mencoba membuka pintu kamar, tapi terkunci. Berjalan ke jendela besar yang menghadap taman belakang, menguji pengaman jendela yang sudah terpasang kokoh, dan kembali ke pintu. Tidak ada kenop yang bisa diputar, tidak ada kunci yang terlihat. Ini bukan penguncian sederhana, itu adalah hukuman yang diseng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD