chapter 3

1640 Words
****************** Banyak yang bertanya pada audrey soal mengapa dan kenapa audrey bisa sebenci itu dengan cowok yang bernama malik elegra junggaran, seniornya di kampus yang lebih tua satu tahun darinya itu sebenarnya bukan hal yang rumit. hanya karena malik berpenampilan tak sesuai di mata Audrey cewek dengan paras manis namun bar bar dan ceplas ceplos itu tak menyukainya dan anehnya hal itu hanya berlaku bagi malik saja.dan juga ada sih sebenarnya poin penting soal penilaian malik yg bikin audrey benci banget sama dia. Awalnya saat itu pas audrey pertama masuk kampus .dia biasa aja pas ketemu sama malik.banyak sih yg gosipin dia ke ,culun ,so cool,sombong ,dan lain lain lah banyak pokoknya,tapi ya udah gituh pikir audrey ,toh dia gak kenal dan gak akrab ini ,namun saat smester dua ,pas dia mau ke perpus dia gak sengaja liat malik sama cewek ke lagi ngobrol gitu. Awalnya audrey bodo amat kan yah ,toh bukan urusan dia. Tapi saat dia akan melewati rak buku yg di sana ada si malik dan cewek itu ,audrey ngeliat tu cewek tiba tiba nangis abis itu nampar si malik terus dia bilang ke gini "Jahat banget si kamu kak,tega banget kamu sama aku .aku udah cinta banget tau sama kamu .tapi kamu malah ....ah sudah lah . Aku benci sama kamu " setelah mongong ke gitu tu cewek langsung pergi begitu aja. Si malik cuman diem sambil megangin pipinya yg abis di tampar. audrey mendengar itu langsung berasumsi kalau si malik yg nyakitin tu cewek. Dan nyimpulin kalau si malik itu sebenernya jahat dan suka nyakitin cewek,tanpa dia nyari tau dulu kebenarannya. Nah semenjak itu audrey gak tau kenapa gedek aja liat kakak tingkatnya itu. Tapi audrey terkadang juga bingung dengan tingkahnya atau perasaannya yang bisa sebenci itu dengan seniornya itu. Padahal jika dipikir-pikir Malik tak pernah membuat salah sama audrey bahkan mereka tak saling mengenal satu sama lain, hanya tahu nama saja. Hidup audrey tak pernah disenggol oleh cowok itu, tapi setiap kali audrey melihat wajah cowok yang tak bersalah itu rasanya menjadi dongkol seketika cuman gara gara dia ke inget pas di perpustakaan itu.mungkin dia kesel merasa di pihak si cewek kali yah ? Contoh saja seperti saat ini, mereka sedang duduk berhadapan di sebuah meja makan di sebuah restoran mewah, acara makan malam yang sialnya harus audrey hadirin. masalah Perjodohan yang berkedok makan malam biasa untuk menjalin silaturahmi. Audrey sudah setengah mati menahan rasa kesal di hatinya karena malik terpampang jelas di hadapannya. " Apa kalian sudah saling kenal? "Tanya tea sambil tersenyum ramah pada Audrey. " Gak usah. " ujar Audrey sambil menatap malik yang berada di depannya dengan wajah malas. padahal sedari tadi Audrey sudah mendapatkan sikutan dari maminya nisa entah untuk yang ke berapa kalinya. Wajah masam Audrey benar-benar mengganggu sekali. " dia Adik tingkatku mah. " kata ujar Malik sambil melirik audrey yang sedang memakan Red Velvet nya sebentar . " benar begitu Audrey?" Tanya jefran. Audrey tersenyum ramah mendengar pertanyaan itu. Tenang untuk kedua orang tua balik tentu saja Audrey sangat ramah berbanding terbalik apabila Malik sendiri yang membuka suara, wajah manis audrey seketika langsung berubah. " kalau begitu bagus dong, kalian udah saling kenal berarti." Ujar tea lagi-lagi tersenyum manis menatap audrey, Ibu dari malik itu bahkan terlihat sangat memuji audrey sedari tadi. Kalian tahu? Seperti seseorang yang tengah melihat bayi yang baru saja lahir di dunia dan dibekali paras yang cantik luar biasa, kira-kira seperti itu cara dia menatap Audrey dari tadi. Sebenarnya audrey tidak munafik, malik memang ganteng tapi hanya penampilan dari cowok itu yang membuat audrey melupakan fakta tersebut. " jadi langsung aja ya, Nak audrey sebenarnya kami ngadain acara makan malam ini sebagai bentuk silaturahmi juga sebagai niat baik lainnya yaitu melamar audrey untuk anak saya. " ujar jefan tersenyum sembari menatap audrey senyuman tampan yang membuat Audrey terpesona. "Aneh banget ,papanya ganteng +penampilannya modis ,nah kenapa anaknya ke modelan si malik " gumam kesal audrey dalam hatinya. " bisa nggak nikahnya sama om aja? aku nggak papa dari pada nikah sama dia, Om"balas Audrey sambil menunjuk malik dengan bibirnya. Plak " ngomong apa sih kamu? Jangan malu-maluin papi sama mami dong ! " ujar Nisa yang ada di samping audrey langsung menggeplak paha anaknya itu, mulut audrey memang terlalu frontal . Sontak tea sama jefan hanya terkekeh melihat tingkah ibu dan anak itu sedangkan juan hanya berpura-pura minum untuk menetralisir rasa malunya.bener bener emang anak bungsunya ini.ya kali dia mau nikah sama temen papinya.ngadi ngadi emang. "Eh ,tunggu . Apa nak audrey sudah punya pacar ?" Tanya jefan "Dia mah tontonanya aja masih upin ipin sama doraemon terus masih suka di gendong kalau mau tidur kekamar. Mana mungkin punya pacar jeff. " ujar juan . Mendengar itu sontak audrey menoleh ke arah papinya itu sambil melotot . "Dih .udah enggak yah .itu kan dulu papi ,ih.." ujar audrey sambil cemberut ,yg mana membuat ke empat orang dewasa itu tertawa ,tapi malik cuman tersenyum sambil menunduk. "Apanya dulu ,orang baru tiga hari yg lalu ,weh " sahut nisa. "Mami ih ..tuh berarti anaknya masih kecil ,ngapain coba di jodohin." rengek audrey "Ya biar jadi dewasa. Jadi gak kayak anak kecil lagi .kan kamu udah kuliah " ujar juan. Namun kini audrey cuman diem aja sambil cemberut. "hahaha...lucunya.Jadi gimana audrey apa kamu mau menerima lamaran anak om ? " tanya jefran lagi. Audrey sebenarnya ingin menolak sesungguhnya ia tidak mau menerima Perjodohan konyol ini, tapi melihat tea yang menatapnya dengan wajah seolah memohon membuat audrey gugup sendiri. Dia memejamkan matanya, menggaruk lehernya yang tidak gatal. Lalu Audrey melirik ke arah maminya yang juga menatapnya sambil tersenyum. Ia kembali menatap ke arah tea yang kini sudah memasang puppy eyes. Sudah cukup ! Audrey tidak bisa diperlakukan seperti ini! Ini namanya curang!. "Aduh gimana ya? Kalau audrey itu tergantung sama malik. " balas Audrey. " mas." Sela Nisa. sontak saja audrey melirik ke arah mami nya itu sekilas, " gak sopan kamu tuh panggilnya cuman panggil nama,panggilnya mas malik. Dia kan lebih tua dari kamu." Ujar nisa sambil di cubit dikit sikut audrey.dan si empunya pun meringis. " Iya mih, kalau mas malik setuju audrey juga ngikut aja. " ujar Audrey sambil mengerucutkan bibirnya,lucu. Senyuman puas nisa dan tea pun terbit, memperhatikan wajah bangga juga seolah menang di hadapan audrey yang mana hal itu membuat audrey ingin meremas wajah cantik yang diturunkan kepadanya itu. Tea sendiri sudah menyatukan kedua tangannya, dia senang dengan keputusan yang dibuat oleh Audrey. " kamu gimana malik setuju kan?" Tanya tea. ini giliran malik yang coba dia hasut. Malik yang ditanya pun belum menjawab, jujur malik juga bingung, apakah sebaiknya ia menerima Perjodohan ini atau tidak. Lalu malik melirik ke arah audrey yang kini sudah menatapnya juga lalu menggelengkan kepalanya .mulutnya bahkan bergerak-gerak mengatakan enggak tanpa suara. Tapi yang namanya malik adalah anak yang patuh juga sangat menyayangi ibunya itu jadi Malik dengan terpaksa mengangguk. " Kalau menurut mama,papa,om sama tante ini adalah hal terbaik menjodohkan kami berdua, maka malik menerima perjodohan ini ma Pa. " ujar malik sambil menatap ibunya, menghiraukan audrey yang menatapnya sambil menatapnya tajam. "MALIK SIALAANNNNN...." umpat audrey dalam hatinya sambil ngepalin kedua tangannya yg ada di bawah meja. Sedangkan malik yg di tatap begitu cuman mengendikkan bahunya. *** " lo apa-apaan sih ? Ngapain pakai acara nerima segala, bego banget sih. " Amuk Audrey. Kini Audrey dan malik tengah duduk dengan malas di taman rooftop restoran yang mereka pesan, dia menatap Malik dengan perasaan kesal yang kentara. " loh kamu aja nggak bisa nolak ucapan mami kamu, ya apa lagi aku. " balas malik sambil menyandarkan bokongnya di salah satu meja yang terletak di belakangnya. "Kan lo anaknya, seharusnya Lo tau dong gimana cara menolak yang baik, gue orang lain wajar aja gue nggak bisa nolak. mana bisa gue tega liat mama lo natap gue kayak orang yang mau minta dikasihani."rutuk Audrey. " Ya udahlah, mending kita jalani dulu aja. "Ujar malik. " gila lo, jalan aja kata lo? Ini pernikahan malik bukan persoalan yang lain. Bukan ajang buat main-main aja, Ini masalah hidup kita kedepannya.masa depan kita ! Kenapa lo mikirnya sesimple itu sih ." ujar Audrey sambil mendongak, dia merasa frustasi sekali. "Ya mau bagaimana lagi ,toh kamu juga malah lemparin tanggung jawabnya ke aku .jadi jangan salahin aku karena menerima perjodohan ini.nanti kalau nggak cocok ya tinggal cerai aja, selesai kan." Balas malik dengan santainya. Audrey nggak habis pikir, semudah itu malik mengatakan hal tentang perceraian. Dia kira pernikahan cuma sekedar nikah aja gitu, membuat acara dan selesai? Audrey bisa gila kalau begini jadinya. " Dih mudah banget lo ngomong kayak gitu, nggak ! Gue bukan orang yang kayak gitu, gue nggak mau nikah berkali-kali, lu kata cerai gampang apa . Lagian juga kenapa mama mau jodohin gue sama orang macam lo sih. Ah elah mau nangis aja deh gue. " ujar Audrey sambil mukanya di tutupin pake keduda telapak tangannya. " gak usah lebay deh, kamu nggak mau nikah sama aku karena cuma aku berpenampilan begini kan? " kejar Malik. Audrey melirik balik sekilas, tangannya ia lipat di depan d**a . "nggak tahu deh, pokoknya lo harus bisa bilang sama mamah lo buat batalin Perjodohan ini."balas Audrey. Malik hanya diam, lebih memilih menatap sepatu miliknya. " aku nggak janji, Mama aku orang yang nggak bisa aku bantah soalnya. "Balas malik. setelah itu malik menarik pergelangan tangan audrey untuk kembali turun ke bawah, tak perlu waktu lama bagi mereka untuk berdua, sebab tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Malik juga terlihat malas melihat raut wajah audrey yang selalu cemberut jika berhadapan dengannya . di persimpangan ketika hendak menuju ke tempat di mana kedua orang tua mereka berada malik menahan laju mereka. " Kamu harus ingat, Jangan nilai orang dari covernya."ujar Malik . Setelah itu malik melangkahkan kakinya terlebih dahulu, meninggalkan Audrey dengan kebingungannya atas apa yang baru saja cowok lugu itu bilang. Bersambung.......
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD