K-POPERS | 18

2069 Words

"Kamu udah sarapan?" Tanya Kak Iwan saat dirinya dan Kak Iwan mengambil duduk di taman kota tepatnya di atas rerumputan. "Kita berangkatnya jam setengah enam dan jam segitu mama aku masih cuci beras. Jadi, jawabannya adalah belum," kekeh Kaila saat cubitan kecil di hidungnya ia dapat dari Kak Iwan yang menatapnya gemas. "Tinggal jawab belum aja harus pakek narasi." Kaila terkekeh. Satu tangannya mengusap keringat yang muncul di pelipisnya. Ia dan Kak Iwan baru saja berlari mengelilingi taman kota sebanyak satu putaran karena mulutnya yang kelewat lemes yang selalu merengek minta berhenti karena capek. Akhirnya Kak Iwan membawanya duduk disini dengan deru nafasnya yang memburu seolah baru saja lari maraton, padahal ia dari tadi hanya jalan, tidak seperti Kak Iwan yang lari biar bisa masu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD