"Kak Iwan," teriak Kaila, tangannya melambai agar Kak Iwan dapat melihat keberadaanya yang berada di antara keramaian kantin di jam istirahat. "Kamu belum beli makanan?" Tanya Kak Iwan menatap Kaila intens. Kaila menggeleng pelan. "Belum. Mau nungguin kakak soalnya biar makannya barengan." "Kakak jadi merasa bersalah sama kamu, Kaila. Pasti kamu nahan lapar dari tadi gara-gara nungguin kakak yang lama datangnya," sesal Iwan sembari menggiring Kaila ke kantin yang sesak oleh siswa. "Apaan sih, kak. Aku gak apa-apa kok, lagian aku nungguin kakak baru dua menit." "Dua menit itu menurut kakak lama, La. Liat aja nih kantin jadi sesak begini," Iwan menatap sekeliling yang penuh dan sesak oleh siswa lainnya. Kaila menggumam tidak jelas dan manggut-manggut. "Udah sih kak, biarin. Lagian aku

