"Kakak paham sekarang." Kaila menoleh. Saat itu juga matanya bertemutatap dengan mata Kak Iwan yang menatapnya dengan sorot kekecewaan. Bibirnya bungkam dan dadanya terasa sesak. Bukan kejadian seperti ini yang ia harapkan, dimana ada sosok Haikal yang bersikeras membuatnya tersakiti dan tidak dapat merasakan bahagia akan cinta. Terkadang, Kaila heran. Apa tujuan Haikal mencampuri kehidupannya? Dan... apa keuntungannya bagi cowok itu? Jika Haikal benci padanya karena ia pernah menyukai cowok itu, apa harus dengan ini balasannya? Ah, ia lupa jika cowok itu tengah berusaha agar ia tetap mencintai cowok itu! Benar-benar egois! Hufttt... kalau dipikir-pikir dengan pikiran jernih, sejernih air laut yang pernah ia lihat di Mv BTS yang berjudul euphoria itu. Duhh... kenapa menjadi tertuju kepa

