K-POPERS | 12

1846 Words

Kaila membasuh wajahnya sehabis menangis di dalam kamar mandi sambil menghidupkan keran agar suara tangisnya tidak terdengar oleh siapa pun. Mungkin durasi nangis alaynya cukup lima menit, tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat, sangat pas. Setelah menangis, rasanya ada beton yang terangkat dari kedua bahunya, ringan. Selesai dengan urusan membasuh wajah, Kaila berjalan di koridor lantai dasar berjalan lurus sampai kakinya berhenti di salah satu ruangan yang dekat dengan dapur anak jurusan TBG (Tata Boga). Langkah Kaila terhenti saat matanya tak sengaja menangkap sosok yang begitu ia kenal sedang berdiri di ambang pintu dapur dan sedang bercakap-cakap dengan salah seorang cewek memakai celemek yang ia yakini anak jurusan TBG. Tanpa dikomando, Kaila bersembunyi di balik pintu kantin da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD