"Kaila!" Kaila terkejut mendengar pekikan seseorang yang menyerukan namanya. Kaila menoleh pada sumber suara dimana dia melihat Indri yang berdiri tidak jauh darinya. Jangan lupakan tatapan horor Indri yang terarah padanya dan Kak Iwan yang duduk disampingnya. Kaila menelan ludahnya kasar. Sebenarnya bukan kedatangan Indri yang menjadi masalah, tetapi kedekatannya dan Kak Iwan yang dilihat oleh Indri. Teman-teman Kak Iwan juga sudah masuk kelas sehingga tinggalah dia dan Kak Iwan yang asik ngobrol seputar prakerin. Maklum, Kaila sedang menggunakan kesempatannya agar semakin dekat dengan Kak Iwan. "Ngapain lo disini?" tanya Kaila yang mendapat dengusan sebal dari Indri. Kaila menggeser duduknya yang otomatis dia berdekatan dengan Kak Iwan. Kaila menepuk tempat kosong yang dia sisakan unt

