Bab 86. Kinanti Meninggal

1276 Words

Tuan Bramantyo tersenyum dan menggelengkan kepala. Dia tidak pernah marah dengan anaknya. Apapun yang Airin perbuat padanya mungkin wujud dari kekecewaan Airin padanya dan itu akan dia pahami dan dia terima dengan ikhlas. "Papa tidak marah padamu. Semuanya sudah terjadi dan kamu tidak mungkin berbuat seperti itu kalau tidak ada maksudnya. Kamu marah dengan Papa karena mamamu papa kecewakan. Jadi, sudah dipastikan kalau lalukan itu demi mamamu. Sudah, jangan pikirkan itu. Sana pulang lah. Papa sehat dan tidak sakit. Kalau sakit Papa akan berobat," jawab Tuan Bramantyo kepada Airin. Airin hanya diam mendengarkan jawaban dari Tuan Bramantyo. Dia tidak bisa memaksa ayahnya toh ayahnya sudah berkata seperti itu. Mau diapakan lagi sudah seperti itu. Dan dia juga harus bisa menerima keputusa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD