Verrel memilih diam. Dia tidak berkata apa-apa. Dirinya sulit untuk menjawab pertanyaan dari Airin. Airin yang melihat Verrel tidak menjawab pertanyaan dia menghela napas. "Semua sudah takdirnya. Itu yang selalu kamu katakan padaku. Kita tidak tahu apa yang terjadi di depan sana. Yang tahu itu hanya Tuhan. Kamu seperti ini juga karena Tuhan bukan ingin kamu juga bukan. Jadi, tolong jangan seperti ini." Airin sedikit kesal dengan Verrel. Hanya dengan melihat HP milik Kinanti dia seperti ini. Bukannya tidak suka tapi menurut dia Verrel berlebihan dan dia sudah ikhlas. Karena Kinanti sudah meninggal. Verrel tahu kalau Airin marah padanya dan dia langsung memeluk Airin. Dia tahu kalau Airin sudah memaafkan ibunya dan tidak perlu lagi memaafkan siapapun tinggal jalankan saja sudah cukup

