Airin yang mendengar perkataan dari Verrel terkejut dia memandang ke arah Verrel dengan lekat. Akan tetapi Airin yang sudah serius melihat Verrel yang melamarnya tetapi Verrel tersenyum dan tertawa hingga membuat Airin kesal. "Kenapa wajahmu seperti itu. Kamu tidak serius mengatakan itu. Lihatlah, malah kamu menertawakanku. Kamu jahat sekali," rajuk Airin yang melepaskan pelukannya dengan Verrel. Verrel melihat Airin merajuk segera menarik tubuh Airin. "Jangan seperti ini, Sayang. Jangan marah denganku. Aku tertawa karena aku senang bisa mendapatkanmu. Kamu tahu tidak aku benar-benar menginginkanmu menjadi teman hidupku. Terlebih lagi aku tahu kamu itu siapa jadi kita satu kesatuan dan kita bisa mengambil barang milik orang lain nantinya. Bukankah itu seru? Aku sudah bayangkan itu,"

