13. Raline Masak?

918 Words
Sejak subuh Raline telah berkutat didapur. Ia sukses membuat suasana dapur yang biasanya tenang kini menjadi bising. Entah sudah berapa kali Raline membuang nasi goreng gosong buatannya dan mencoba membuatnya kembali. Tempat sampah pun sekarang tampak mulai penuh akibat ulah Raline yang sedang bereksperimen dengan masakan. Pembantunya pun juga dibuat heran dengan sikap Raline yang tak biasanya ini. Mereka berdiri di pojok ruangan sambil mengawasi Raline dengan penuh khawatir. Mereka cemas jika majikannya itu bukannya menghasilkan makanan, tapi justru malah menciptakan kebakaran. Setelah dua jam berlalu, Mbak Saroh memberanikan diri mendekati Raline. "Non... kita aja yang masak nasi gorengnya ya," ucap Mbak Saroh dengan tatapan cemas. "Gak usah. Gue mau masak sendiri," tegas Raline. "Tapi... ini udah dua jam, Non. Nasi yang kebuang juga udah banyak banget. Biar saya aja yang masak, Non. Nanti Nona tinggal terima beres aja." Mbak Saroh mencoba meyakinkan majikannya itu. "Mbak... Gue udah bilang kalau gue mau masak sendiri! Ini nasi goreng buat dikasih ke orang lain. Dia mau gue yang masak, Jadi Mbak mending pergi aja dari sini." "Gimana kalau Mbak aja yang masakin, tapi bilangnya kalau itu masakan Nona? Dia gak bakalan tau kalau itu bukan masakan Nona," usul Mbak Saroh. Raline terdiam. Ia merasa itu ide yang cukup bagus. Pergelangan tangan dan bahunya juga sudah mulai terasa pegal. Rasanya ia sudah tak sanggup lagi memegang penggorengan dan pisau. Dua jam telah berlalu dan ia masih belum berhasil memasak hidangan yang layak untuk dimakan. "Ya udah. Tolong bikin nasi goreng yang enak dan masukin ke kotak bekal," jawab Raline. "Siap, Non!" Mbak Saroh dan pembantu lainnya tampak menghela nafas lega. Namun mereka juga merasa heran majikannya itu mengucapkan kata tolong. Selama bekerja di sana, Raline tak pernah sesopan ini kepada pembantunya. Raline lalu meninggalkan dapur dan pergi kembali ke kamarnya. Ia akan bersiap-siap untuk pergi ke kampus dan bertemu dengan Miko, kekasihnya. *** Raline berjalan menuju Fakultas Seni dengan langkah penuh percaya diri. Ia mengenakan celana jeans hitam yang membuat kakinya tampak semakin jenjang. Kaus merah marun yang dipakainya juga membuat lekuk tubuhnya terlihat semakin mempesona. Langkah kakinya juga semakin menarik dengan sepatu high heels 7 cm yang dikenakannya. Siapapun yang berpapasan dengan Raline di jalan pasti akan menoleh ke arahnya. Hari ini Raline memang sedang tidak ada jadwal kuliah. Namun ia sengaja datang ke kampus untuk bertemu dengan kekasihnya. Raline berjalan menuju kelas Miko sambil menenteng bekal makanan yang dibuat pembantunya tadi pagi. Ia sengaja merahasiakan kedatangannya ke Miko untuk membuat sebuah kejutan sederhana. Ini kali pertama Raline ingin melakukan hal spesial untuk seseorang. Raline mengintip ke dalam kelas Miko. Ia tersenyum ketika berhasil menemukan posisi Miko di dalam ruangan itu. Setelah memastikan tidak ada kegiatan belajar di sana, Raline memutuskan untuk masuk dan menghampiri Miko saat itu juga. Ia berjalan dengan wajah tersenyum sambil menunjukan kotak bekal yang dibawanya. Tentu saja kehadiran Raline di kelas itu menarik perhatian semua orang. Semua mata tertuju padanya. Mereka tampak terkejut dengan kemunculan Raline yang tiba-tiba, termasuk Miko. Pria itu menatap Raline dengan mata terbelalak. "Kamu ngapain? Kok gak ngabarin mau datang?" tanya Miko. "Sengaja. Mau kasih kejutan." Raline menunjukan kotak bekal makanan yang dibawanya. "Itu apa?" tanya Miko. "Aku masak nasi goreng buat kamu. Makan siang bareng yuk. Kuliah kamu udah kelar kan?" Raline menarik tangan Miko sambil menyunggingkan senyuman manis. "Gue cabut dulu ya, guys." Miko berpamitan dengan teman-temannya dan tentu saja dibalas dengan sorakan iri. Miko hanya melambaikan tangannya, lalu berjalan pergi bersama Raline. Raline tersenyum ketika kekasihnya itu menggenggam tangannya saat berjalan menyusuri lorong fakultas. Miko membawanya ke kantin kecil yang terletak di belakang gedung fakultasnya dan mencari meja di sana. Tentu saja keberadaan mereka di kantin itu menarik perhatian. Bahkan Raline mendengar beberapa orang membicarakannya dengan berbisik. Namun menjadi pusat perhatian bukan hal yang asing bagi Raline. Ia sudah sangat terbiasa akan hal itu. Raline duduk berdampingan dengan Miko tanpa menunjukan raut risih. Ia tersenyum penuh percaya diri dan bahkan menyajikan bekal nasi goreng yang dibawanya ke hadapan Miko. "Cobain. Enak gak?" tanya Raline. "Ini beneran kamu yang masak?" tanya Miko sambil menatap nasi goreng di hadapannya. "Iya dong. Kan kamu maunya gitu." "Aku coba ya." Miko mengambil sesendok nasi goreng dan memasukannya ke dalam mulut. Raline tersenyum percaya diri. Ia yakin rasanya pasti enak, karena bukan dirinya yang masak makanan itu. "Gimana?" tanya Raline saat melihat Miko mulai mengunyah. "Kok enak," jawab Miko dengan wajah terkejut. "Tentulah. Kalo aku niat, gak ada yang gak bisa aku lakukan." Raline mengibaskan rambutnya dengan wajah angkuh. "Rahasia enaknya apa?" Miko menatap Raline dengan sorot kekaguman. "Karena masaknya pake cinta. Itu kan yang mau kamu denger?" Raline tertawa sambil geleng-geleng kepala. "Pinter hahaha. Besok temenin aku pemotretan dong," pinta Miko. "Kenapa minta ditemenin deh? Emang kamu takut?" "Bukan. Aku mau pamerin kamu aja di sana. Aku pengen semua orang tau kalo aku punya pacar cantik," jawab Miko. Raline menghela nafas. "Gombal lagi," ucap Raline sambil geleng-geleng kepala. "Jadi kamu bisa gak besok?" "Jam berapa?" "Jam dua cabut dari kampus." "Oke. Jam segitu udah gak ada kuliah lagi kok." "Terima kasih sayang," ucap Miko sambil mencium pipi Raline. Raline langsung menyikut pinggang Miko dan melotot ke arahnya. "Kita lagi di tempat umum Miko!" "Biarin." Miko tertawa cekikikan, lalu kembali melanjutkan menyantap nasi goreng buatan kekasihnya itu. Diam-diam Raline menyunggingkan senyumnya. Rasanya cukup menyenangkan memiliki kekasih. CONTINUED ****************** Hai guys! ^^ Aku bingung mau ngomong apa di author note :"D Saking tiap hari nulis mulu. Yowes, pokoknya love dan komen aja ya kalo suka sama cerita ini. See you!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD