Terungkap

2116 Words

Mei menatap Annisa yang dengan gembira mengabarkan cerita-cerita pejuang Islam pada dua putra putrinya yang juga antusias mendengarkannya bercerita. Annisa, gadis yang pembawaannya lembut, penyayang, selalu menampakkan kepekaannya meski tanpa penglihatannya. Ia selalu memiliki banyak kebaikan yang terlihat di balik senyumnya, tak terasa ia berkaca-kaca melihat Annisa. Gadis itu pasti sudah melalui banyak hal dalam hidupnya, tanpa penglihatan, itu akan sangat sulit dalam menjalani hidup kan. Lalu bagaimana ia bisa seikhlas itu sekarang? Yah, itu pasti karena ia sudah memahami konsep qadha dan qadar. Ia cantik melalui akhlaknya, ia baik dalam setiap kehidupannya. Bagaimana bisa ia bahkan tidak menyalahkan Adrew dalam keadaannya, setidaknya ia harusnya menyalahkannya kenapa Adrew menunjukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD