Annisa merasakan kehadiran Adrew, ia ada di ambang pintu ruang bermain dan sedang menatap ke arah mereka, ia tak tau mengapa tapi ia selalu terbayang apa yang diungkapkan Mei dua hari yang lalu tentang perasaan Adrew sebenarnya. Ia mencoba tetap fokus pada pekerjaan, masih merasakan Adrew ada di sana tetapi Annisa juga merasakan kehadiran Mei yang masuk ke dalam lalu berbisik dengannya. “Kamu kenapa di depan pintu?” “Mampir aja,” ujar Adrew. “Ya udah aku pamit ke atas dulu.” “Makan dulu nanti yah setelah ke atas.” “Iya, Kak. Aku mau ke kantor lagi abis ini.” “Oke, dasar orang sibuk.” Mei tau Annisa juga mengetahui keberadaan Adrew, ia kemudian menyajikan nampan yang ia bawa berisi cemilan, dua gelas teh dan dua gelas s**u untuk mereka berempat di ruangan itu. Setelah tugas Ann

