"Caranya?" "Cium!" "Ih, Mas Tirta ... enggak mau, ah," jawab Canting sambil menutup wajahnya dengan bantal sofa. "Kok, enggak mau? Berarti enggak sayang?" tanya Tirta. Mendengar ucapan Tirta, Canting langsung membuka bantal yang menutup wajahnya. "Sayang, Mas. Beneran!" jawab Canting dengan cepat. "Kalau begitu ayo cium!" Tirta menujuk pipinya sendiri sambil tersenyum. "Ya udah, kalau begitu Mas aja yang nyium!" ujar Tirta karena gemas melihat Canting yang hanya mematung menahan senyumnya, pipinya sudah semerah kepiting rebus sekarang. Tanpa menunggu jawaban Tirta sudah mengecup kedua pipi Canting, sekuat tenaga Canting berusaha menutupi kegugupannya. Suara dehaman Yarra membuat Tirta mengurungkan niatnya untuk mengecup bibir Canting meski jaraknya hanya tinggal beberapa

