22

839 Words

Dengan gelisah Kayla meminum lemon tea-nya. Suasana kafe yang terletak di lantai dasar kantor mulai dipadati oleh beberapa karyawan yang bekerja di Ivander Company ini. Kayla mengedarkan pandangan matanya tapi tak satu pun yang dikenalnya. Kayla mendesah, sudah dua puluh menit lamanya ia menunggu tapi Erwin belum menampakkan batang hidung. Mengapa lama sekali? Batinnya bertanya-tanya. "Lo yakin bos kita kayak yang lo bilang tadi?" Terdengar bisik-bisik dua perempuan yang tampak asyik bergosip. Tepat duduk di meja sebelah Kayla. Meski berbisik tetap saja terdengar jelas di telinga Kayla. Membuat Kayla tak yakin jika mereka sedang berbisik. "Beneran. Gue denger Pak Erwin dulu sempet masuk penjara!" kata perempuan berambut curly. Kayla yakin perempuan ini pasti rela bangun pagi untuk meng-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD