23

1044 Words

Mereka saling berpandangan untuk beberapa detik sebelum akhirnya dengan kasar, Kayla menepis tangan laki-laki yang sedang mencekalnya. "Lepaskan aku!" perintahnya. Tapi bukannya menuruti permintaan Kayla, laki-laki itu tetap mempertahankan cengkeramannya. "Tidak akan aku lepaskan, kecuali kamu berjanji padaku untuk tidak minum lagi." Kayla memandang sinis laki-laki yang berdiri di sisinya. Tidak terima dengan ucapan laki-laki itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Perlahan suara tawa terdengar diantara mereka. "Memangnya kau siapa sehingga aku harus membuat janji denganmu?" tantangnya dengan dagu terangkat. Laki-laki itu menarik nafas panjang. Terlihat menahan kesabarannya saat menghadapi Kayla saat ini. "Kamu lupa? Aku adalah kekasihmu?" kata Erwin dengan sebelah alis terangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD