Mereka saling berpandangan untuk beberapa detik sebelum akhirnya dengan kasar, Kayla menepis tangan laki-laki yang sedang mencekalnya. "Lepaskan aku!" perintahnya. Tapi bukannya menuruti permintaan Kayla, laki-laki itu tetap mempertahankan cengkeramannya. "Tidak akan aku lepaskan, kecuali kamu berjanji padaku untuk tidak minum lagi." Kayla memandang sinis laki-laki yang berdiri di sisinya. Tidak terima dengan ucapan laki-laki itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Perlahan suara tawa terdengar diantara mereka. "Memangnya kau siapa sehingga aku harus membuat janji denganmu?" tantangnya dengan dagu terangkat. Laki-laki itu menarik nafas panjang. Terlihat menahan kesabarannya saat menghadapi Kayla saat ini. "Kamu lupa? Aku adalah kekasihmu?" kata Erwin dengan sebelah alis terangk

