24

1134 Words

Di dalam lift yang terdengar hanya desahan nafas dua manusia yang hampir kehabisan nafas. Pandangan mata b*******h masih tampak jelas di dalam kedua mata mereka. Sehingga tak ada satu pun diantara mereka yang berniat untuk mengalihkan tatapan mata mereka. "Apa kau sadar dengan apa yang baru kau lakukan?" tanya Kayla tanpa suara. Ia masih merasakan telapak tangan Erwin yang besar berada dipinggangnya. Dan ia bersyukur karena pelukan pria itu membuat Kayla mampu berdiri sampai sekarang. Sebab ciuman yang baru saja mereka lakukan benar-benar membuat kedua kaki Kayla terasa lemas karena kupu-kupu di dalam perutnya terus menari-nari hanya karena ciuman yang diberikan oleh Erwin. Di sisi lain, Kayla tidak ingin memperlihatkan isi hatinya pada Erwin. "Aku sangat sadar," sahut Erwin yang mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD