25

1200 Words

Langkah kaki Erwin tiba-tiba berhenti. Begitu juga langkah kaki Adam yang mengikutinya di belakang. "Ada apa?" tanya Adam heran dengan sikap Erwin. "Kau pulanglah duluan." "Eh?" Tidak mengerti dengan perintah Erwin. "Aku ingin pergi ke suatu tempat dulu. Berikan kunci mobilnya padaku." Erwin menyodorkan sebelah tangannya dan membuka telapak tangannya. Dengan terpaksa Adam menyerahkan kunci mobil tersebut ke dalam tangan Erwin. "Memangnya kau ingin ke mana?" "Bukan hal penting. Kau tidak perlu tahu," jawab Erwin datar. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai sibuk mengetik. Setelah selesai, Erwin memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya dan meninggalkan Adam tanpa satu kata pun. Seakan laki-laki itu saat ini tembus pandang. Dengan jengkel Adam menghembuskan nafas panjang dan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD