26

1284 Words

Kerutan tampak jelas di kening Kayla. Begitu juga dengan Erwin menoleh ke arah Kayla dengan pandangan bertanya. Dapat dirasakannya pelukan anak laki-laki itu begitu erat memeluk kakinya. "Papa? Papa Erwin?" Mendengar ucapan Kayla, sontak membuat Erwin memutar kedua bola matanya. "Kamu tahu saya belum menikah." "Well, belum menikah bukan berarti tidak mungkin punya anak," sahut Kayla. Erwin mendesah. Kenapa ia tampak seperti seorang tersangka yang sedang mendapat dakwaan dari kekasihnya? "Aku tidak pernah menghamili wanita mana pun, K. Lagipula mantan kekasihku cuma Aura Pratiwi yang waktu itu bertemu denganmu. Seandainya aku punya anak, seharusnya ibu dari anakku adalah Aura!" jelas Erwin. Bahkan setelah menjelaskannya pada Kayla, sebuah perasaan menyesal muncul di dalam hatinya. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD