Bab.15 Khawatir

1130 Words

  "Enak sekali kamu sarapan di sini!" Angga sudah berdiri di hadapannya.   Felisha terbelalak, kemudian ... uhuk! Dia tersedak nasi goreng yang sedari tadi dikunyahnya. Buru-buru tangannya menyambar segelas air putih di depannya, kemudian segera dia minum hingga isinya tinggal separuh.   "Eh, Bapak sudah bangun ternyata," ucapnya sembari mengurai senyum yang dia paksakan.   Mendengar ucapan istrinya, Angga membulatkan mata. Tak terima dengan panggilan yang dia dengar.   "Ehm, maksud saya ... Suamiku."   Angga berjalan mendekat, dilihatnya nasi goreng yang tinggal separuh itu.   "Kamu ngapain sarapan nasi goreng?" tanyanya tak suka.   "Pengen," jawab Felisha, singkat padat dan jelas.   "Suamiku mau?" tambahnya kemudian, sembari menyodorkan piring nasi goreng yang isinya tinggal sepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD