Pagi hari telah tiba dan Gyzell sudah bersiap dengan baju rapih ingin pergi ke kantor. Ya, bagi wanita itu tidak ada hari libur meskipun semalam baru saja melangsungkan pertunangan. Wanita itu menuruni anak tangga dengan senyum yang lebar. Ia hanya turun seorang diri, karena pada saat melihat kamar sang putra, bocah itu sudah tidak ada lagi di kamarnya. Ternyata benar, saat Gyzell sudah sampai di ruang makan, ia melihat anggota keluarganya sudah lengkap berada di sana. Namun, langkah wanita itu terhenti saat melihat siluit lelaki yang sangat ia kenali. “Nick, kamu kenapa pagi-pagi sekali ada di sini?” tanya Gyzell, menatap lelaki itu heran. Ia duduk di samping lelaki yang semalam menyatakan keseriusannya. “Memangnya kenapa?” Nick belik bertanya dan mengabaikan pertanyaan Gyzell. “Zel

