"Apa lagi? Mau menyiksaku lagi? Atau sekalian kau bunuh saja aku! jadi dendammu padaku itu hilang dengan kematianku!" Bentak Cindy dengan mata yang kembali berkaca kaca.
Mendengar perkataan Cindy itu entah mengapa tiba tiba rongga hati Alvin terasa sesak. Lalu Alvin pun memeluk erat Cindy.
"Maaf, maafkan aku," ucapnya lembut lalu mengusap pelan rambut Cindy.
Air mata Cindy kembali mengalir, entah mengapa hatinya sedikit senang mendengar permintaan maaf dari Alvin. Entah itu tulus atau tidak tapi hati Cindy merasa lega.
"Ayo, kita makan, biasanya bi Ina sudah menyiapkan makan malam," ucap Alvin lalu ia langsung saja menggendong Cindy.
"Tu, tunggu! Turunkan aku! Apa kau tidak tau malu?!"
"Hhh biarkan saja lagipula kau istriku dan ini rumahku jadi terserah aku mau berbuat apa!" ucapnya lalu menoleh ke arahCindy dan wajah merekapun sangat dekat.
Jantung keduanya berdegup kencang, wajah Cindy pun kini memerah.
Sesampainya di meja makan Alvin menurunkan Cindy di kursi, iapun duduk di sampingnya. Alvin langsung mengambilkan nasi dan lauk pauk lainnya ke piring Cindy.
***
Usai makan malam Alvin pergi ke luar entah kemana, sedangkan Cindy memilih kembali ke kamar dan membaca beberapa buku yang ada di kamar Alvin. Di salah satu barisan buku ia menemukan sebuah album foto, lalu ia membukanya dan ternyata itu album foto masa kecil Alvin.
Disana Alvin terlihat sangat gemuk, sangat berbeda dengannya yang sekarang. Di beberapa Foto ia melihat Alvin dengan seorang anak perempuan, sepertinya anak perempuan itu sahabat Alvin.
"Dia sangat imut saat masih kecil, tapi sekarang? Sudah seperti seorang pria m***m bod*h."
"Ooh jadi aku ini pria m***m bod*h? Aku akan perlihatkan padamu sepertia apa pria m***m ini akan memakanmu!" Ucapnya sambil tersenyum nakal dan mendekat ke arah Cindy.
"Aku hanya asal bicara saja, kau tak perlu memperdulikannya," ucap Cindy yang mulai takut dengan Alvin.
"Ahh sudahlah pria m***m ini sangat lelah sekarang, ayo kita tidur, tolong matikan lampunya," ucapnya sambil tersenyum pada Cindy.
Cindy pun mematikan lampu lalu segera berbating diatas ranjang namun ia sedikit menjauh dari Alvin.
" apa kau mau tidur dilantai? Jika kau terus menjauh begitu kupastikan kau pasti akan jatuh dan tidur di lantai malam ini."
"Bu bukan aku hanya kepanasan kau menjauhlah dariku karna aku sangat kepanasan!" Ucapnya.
"Apa kau demam? Udara sekarang ini sangatlah dingin dan kau kepanasan?"
"Ah iya maksudku aku sangat kedinginan, pokoknya kau jauh jauh saja dariku!"
Tanpa mendengarkan ucapan Cindy, Alvin langsung saja memeluk Cindy dari belakang.
"Agar kau tak kedinginan lagi, lagipula prlukan suamimu ini pasti lebih hangat hhh."
Tanpa menolak Cindy pun terlelap dalam tidurnya.
***
Keesokan harinya sat bangun pagi Cindy sudah disuguhkan senyuman oleh Alvin yang berbaring di sebelahnya.
"Pagi, saat bangun pagi pun kau tetap cantik," ucapnya lalu mengecup pucuk kepala Cindy.
Cindy yang baru saja bangun tidur tersipu malu mendapat perlakuan seperti itu dari Alvin. Iapun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Apa kau malu? Haah kau sangat manis, istriku."
"Kenapa kau begini?"
"Begini bagaimana? Bukankah ini wajar antara suami istri yang romantis?"
"Ahh pokoknya hentikan aku merasa kau sangat aneh."
" biarkan saja, oh iya nanti sore aku akan membawamu berbelanja, nanti malam aku akan membawamu pergi ke acara amal"
"Baiklah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu," ucapnya sambil berlalu ke dapur
Bersambung....