04

638 Words
"Ahh si*l kupikir terjadi sesuatu pada wanita itu!" ucapnya sambil mengacak rambut kesal. Ternyata bekas darah itu berasal dari seekor kucing yang menangkap seekor tikus dan memakannya di dapur. "Bi ina! Cepat bersihkan ini!" Perintah Alvin. Ia berjalan kembali menuju kamar namun saat ia melewati kamar tamu tak sengaja ia mendengar suara tangisan Cindy. Perlahan ia mendekati pintu dan membukanya pelan. "Hiks hiks apa juga salahku jika aku menuruti permintaan ayah dan ibu untuk menikahi pria itu? Aku juga hiks, juga terpaksa. Tidak bisakah dia sedikit berbaik hati padaku, aku hanya ingin hidup tenang," ucapnya dengan air mata yang masih membanjiri kedua pipinya. Perlahan Cindy mengeluarkan sebuah foto dari saku celananya, foto ibu kandunya. "Ibu ...andai ibu masih ada, mungkin aku tidak akan mengalami hal ini, aku sangat merindukanmu bu...." Yah, ibu kandung Cindy sudah meninggal dunia dan yang menjadi ibunya saat ini adalah ibu tiri nya, yang dulunya adalah pengasuhnya hingga ia berselingkuh dengan ayah Cindy lalu menikah dengan ayahnya. *** Devina, itu nama ibu tiri Cindy, ia adalah seorang janda dengan seorang anak yang lebih tua tiga tahun dari Cindy. Semenjak ayahnya menikah dengan Devina perlahan kasih sayang yang diterima Cindy berkurang dan ibu Cindy selalu mendapatkan luka batin dengan perlakuan suaminya yang tak lagi memperdulikannya dan hal itulah yang perlahan menimbulkan penyakit pada ibu Cindy hingga akhirnya ia meninggal. Setelah kematian ibunya Devina dan Amanda memperlakukan Cindy seperti pembantu, pakaian yang dipakai Cindy juga selalu bekas Amanda yang sudah bosan ia pakai. Cindy tak pernah mendapatkan baju baju baru semenjak ibunya tiada karna sang ayah sudah tak perduli lagi dengannya. *** Alvin yang dari tadi memperhatikan Cindy sedikit menyesal dengan perbuatannya tadi. Bahkan hatinya pun mengatakan kalau hak yang dilakukannya tadi salah. Perlahan ia mendekat ke arah Cindy namun saat ponsel Cindy berdering ia menghentikan langkahnya. Terlihat jelas nama yang tetera di layar ponsel itu adalah Rio. Dengan cepat Cindy membenahi suaranya yang terdengar parau karna habis menangis lalu iapun mengangkat panggilan telepon itu. [" ahh, akhirnya kau angkat juga telepon dariku, aku sudah sangat merindukan suara mu Ci,"] ucap seorang pria dari telepon. Mendengar suara pria pada pelanggilan telpon itu entah kenapa Alvin kembali kesal. Rio adalah sepupu Cindy dari ibu tirinya. Mereka adalah sepasang kekasih tentunya sebelum pernikahan Cindy dan Alvin karna menurut Cindy semenjak pernikahan itu terjadi maka hubungannya dengan Rio juga berakhir. ["Kak Rio, Cindy juga merindukanmu."] ["Tunggu, apa kau habis menangis? Apa lagi lagi ibu tirimu itu menyiksamu lagi?!"] ["Ti, tidak kak, aku hanya barusaja menonton film sedih, jadi aku menangis."] [" tunggu saja jika pekerjaanku disini sudah selesai, aku akan pulang dan menikah denganmu dan membawamu pergi jauh dari mereka yang sering menyakitimu."] Mendengar perkataan Rio hati Cindy semakin sakit. Impiannya untuk menikah dan bahagia dengan pria yang di cintainya itu kandas sudah. Air mata bertambah deras keluar dari pelupuk matanya. [" i, iya kak semoga kakak cepat pulang Cindy rindu,"] Tanpa memikirkan perasaan kedua pria yang mendengar ucapannya itu Cindy menjawab seakan hal yang diharapkannya itu akan terjadi namun, nyatanya itu tak akan terjadi. "Heh, siapa yang akan membawamu pergi? Takkan kubiarkan!" ucap Alvin dalam hati. ["Kamu tunggu saja aku pasti pulang dan kita akan bahagia, aku janji. Aku tutup dulu ya, karna sebentar lagi aku ada meeting, I Love You."] [" i, iya kak...."] "Ehem" Alvin berdehem. Cindy terkejut bukan main melihat Alvin yang sudah beediri sambil menyilangkan kedua tangannya di ambang pintu. "Kau! Sejak kapan kau ada disana?!" "Yah,,, tidak lama hanya sejak kau mengatakan rindu dengan pria bernama Rio? Siapa Rio?" Cindy gelagapan menanggapi pertanyaan dari Alvin, dan bahkan kini Alvin mendekat ke arahnya. "Di, dia hanya sepupuku, tidak lebih kau jangan berpikir yang aneh aneh! Aku akan ke dapur menyiapkan makan malam." Tanpa basa basi Cindy melangkah hendak meninggalkan ruangan itu namun, langkahnya tertahan karna tangannya tiba tiba ditarik kebelakang hingga ia menghadap Alvin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD