4.Mata Panda

1010 Words
"GUE BUTUH PINTU DORAEMON!!!" Teriak Bunga yang sukses bikin Raden Cakra heran. Namun cowok ganteng itu tidak memperdulikan lagi perkataan Bunga dan dia semakin merangsek maju. Bunga panik saat Raden Cakra bilang mau menghamilinya. Dia ketakutan. "LO MAU MATI, YA?" Teriak Bunga panik tingkat tinggi. Dia terpaksa membenturkan kepalanya pada kening Raden Cakra yang langsung kesakitan. "Aduh, lo itu manusia banteng atau apaan sih? Main nyeruduk segala! Sakit tahu!!!" Keluh Raden Cakra kesakitan. Dia sampai jatuh terduduk karena merasakan perih pada bagian area matanya. "Gue nggak sengaja!" Kini Bunga makin panik. Dia udah bikin bonyok anak orang. Putra Mahkota pula. "Jelas-jelas lo menyeruduk kepala gue kayak banteng tadi!" Sahut Raden Cakra yang menutupi wajahnya dengan tangannya. Dia malu kalo Bunga melihat wajahnya yang mungkin saja memar. "Coba gue lihat!" Bunga menarik paksa tangan Raden Cakra dan dia terbelalak saat melihat mata Raden Cakra berubah menjadi lebam hitam mirip mata panda akibat benturan keras tadi. "Onde mandee....." Teriak Bunga syok. "Onde mande matamu!!!" Sahut Raden Cakra sebel. "Sakit, ya?" Tanya Bunga khawatir. Dia berjongkok dan meniup-niup bagian wajah Raden Cakra yang lebam. "Masih nanya sakit atau enggak lagi! Ya sakit, lah Markonah!!!" Teriak Raden Cakra jengkel. "Ya maaf, suruh siapa lo macem-macem, tadi!" Bunga tampak menyesal. "Lo udah bikin kesalahan yang sangat fatal, lo udah nendang p****t gue, dan itu ada buktinya! Semua bodyguard gue lihat kelakuan lo tadi! Dan sekarang lo bikin wajah gue yang ganteng ini jadi memar kayak habis digebukin preman! Lo mau masuk penjara, ya?" Tanya Raden Cakra serius. "Di dalam penjara enak, nggak?" Bunga malah balik nanya. GEDUBRAK!!! Raden Cakra ngejengkang ke belakang. "Emang dasar cewek Pluto lo ya! Kembali ke tempat asal lo, sana!!!" Teriak Raden Cakra sebel. "Maafin gue dong!" Ucap Bunga tulus. "Enak banget lo minta maaf! Ini urusin dulu luka lebam gue!" Sahut Raden Cakra sambil menghela nafas. Akhirnya Bunga mengobati luka lebam di area wajah Raden Cakra dengan sangat hati-hati. Saat dia mengompres luka itu, Raden Cakra teriak-teriak kesakitan. Bunga langsung meniup-niup wajah yang sekarang mirip wajah panda itu. Tapi Bunga bengek dan dia tidak tahan lagi menahan tawanya. BWAHAHAHHA.... 🤣😂😂 "Lo berani ngetawain gue?" Protes Raden Cakra sebel. "Habisnya mata lo kayak mata panda sekarang!" "Gara-gara lo!" Ucap Raden Cakra sambil cemberut. Bunga mendadak salah tingkah saat dia menatap wajah tampan Raden Cakra. Walaupun nyebelin abis, tapi tetep aja Bunga masih kebat-kebit jantungnya saat melihat cowok di depannya. Tadi Raden Cakra yang kesengsem sama Bunga, sekarang, giliran Bunga yang panas dingin saat tangannya mengobati luka lebam di wajah tuan muda super kaya ini. "Lo mau nggak, nginep di rumah gue?" Tanya Raden Cakra serius. "Lo pikir, gue cewek apaan?" Sahut Bunga marah. "MAMPUS GUE!!!" Bunga panik dan dia sibuk neplakin jidatnya sendiri. "Ini sudah jam berapa coba?" Teriak Bunga syok saat melihat jam di dinding. "Gue bisa dimarahin sama Mami!" Bunga beneran panik. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.00. Dan dia masih berada di dalam kamar si cowok tengil ini. Bunga menelpon Frena dan dia minta sama Frena kalo malam ini dia nginep dirumahnya. Dan Frena mengiyakan permintaan sahabat karibnya yang sudah seperti kakak adik itu. Sekarang giliran dia nelfon Mami kalo malam ini dia nginep di rumah Frena. Raden Cakra menunggu Bunga selesai menelpon. "Obati dulu luka gue baru lo boleh pergi!" Ucap Raden Cakra yang kembali sengak itu. Dia bersikap seolah tidak terjadi apapun diantara mereka berdua. Hal ini membuat Bunga semakin bingung dengan sikap Raden Cakra yang cepat sekali berubah tergantung dengan suasana hatinya. Raden Cakra menelpon asistennya dan tak lama kemudian muncul dua asisten pribadi Raden Cakra. "Anterin Bunga ke rumahnya Pak!" Perintah Raden Cakra sopan. "Gue nggak mau pulang!" Sahut Bunga nekat. "Lo juga babak belur gara-gara gue, biar gue obatin luka lo!" Ucap Bunga serius. Dia pikir, Raden Cakra marah sejak dia menolak ajakan untuk menginap di rumahnya. "Balikin aja Pak!" Raden Cakra cuek bebek. "NGGAK MAU!!!" Sahut Bunga bersikeras. "Serius, lo nggak mau pulang?" Tanya Raden Cakra sambil berjalan ke arah Bunga yang sedang berada di sisi jendela kamarnya yang super megah itu. "Yakin, lo nggak nyesel?" Tambahnya lagi. "Iya, gue mau nginep di rumah lo!" Ucap Bunga sambil tiduran di sofa karena merasa capek. "Lagian sudah jam sepuluh malam, tanggung mau pulang ke rumah juga nanti gue abis di gebugin sama Mami gue!" Bunga masa bodoh dengan asisten Raden Cakra yang melongo melihat sikap mereka berdua. "Nggak jadi Pak katanya!" Ucap Raden Cakra pada asistennya yang langsung pamit untuk keluar kamar. "Ganti baju dulu sana!" Perintah Raden Cakra pada Bunga. Namun tidak ada respon apapun. Zzzzzzzz.... Zzzzzzzzzzz.... "Woy, mandi dulu, ganti baju terus tidur!" Ucap Raden Cakra lirih karena dia melihat wajah Bunga yang terlihat sangat menggemaskan saat tidur. "Manis banget sih!" Raden Cakra tersenyum sambil menatap wajah cantik Bunga, cewek yang mampu menembus labirin hatinya dan mampu menembus tembok kokoh yang selama tiga tahun ini kosong tak berpenghuni. Sekilas, wajah Bunga sangat mirip dengan Revanda, cewek masa SMP Raden Cakra yang meninggal kecelakaan mobil saat acara perpisahan sekolah. Raden Cakra kembali mengingat kejadian menyakitkan itu lagi. Dia yang sudah hidup dalam bayangan masa lalu selama tiga tahun ini akhirnya menemukan pengganti Revanda, yaitu Bunga yang semua wajah dan sikapnya yang lemah lembut tapi agak gila itu sangat mirip dengan kekasih masa lalunya. Membuat rindu terpendam dalam hatinya sedikit terobati. Apakah mereka itu adalah saudara kembar??? Kenapa bisa ada dua manusia yang sangat mirip wajah dan sikapnya padahal mereka bukan saudara kembar bahkan mereka adalah orang asing? Pertanyaan yang begitu rumit. Siapa Bunga sebenarnya??? Namun karena lelah setelah aktivitas seharian ini, akhirnya Raden Cakra juga tertidur di sofa sebelah Bunga. Tidak adakah sesuatu yang istimewa terjadi diantara mereka berdua??? Baru pertama kali ini sejak Raden Cakra ditinggal pergi oleh cinta pertamanya dia membawa perempuan ke rumah bahkan sampai dibawa ke dalam kamarnya. Semua asisten Raden Cakra heboh dengan kejadian ini, bahkan beberapa orang kepercayaan alias orang dalam keluarga Maheswara melapor kejadian ini pada Eyang Putri jika Tuan Muda mereka membawa seorang wanita cantik ke dalam rumah. Apakah ada sesuatu yang spesial??? Simak di bab selanjutnya!. ❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD