Pipi Bunga mendadak panas. Badannya juga terasa panas dingin karena berada sedekat ini dengan cowok. Ini baru pertama kali dalam hidupnya.
Dia merasakan sensasi yang aneh dalam setiap desiran darahnya saat berada di dekat Raden Cakra.
Raden Cakra menatap Bunga dengan tatapan tajam. Dia ini memang kadang baik dan kadang suka killer kayak mau makan Bunga gitu. Jadi Bunga menyiapkan mentalnya untuk tetap tenang agar bisa selamat karena sudah terlanjur terjebak kasus dengan putra mahkota ini.
Mau nggak mau, Bunga harus mengikuti alur dan cara main Raden Cakra kalau ingin kakinya tetap utuh karena berani tendang p****t anak orang paling kaya sejagat raya itu.
Bunga menurut saja ketika Raden Cakra membopong tubuhnya seperti sedang memikul karung beras seperti tadi. Sekarang Bunga sudah pasrah jika harus disate ataupun kehilangan kakinya mirip adegan di film mafia yang ditontonnya.
Giliran para asisten rumah tangga Raden Cakra yang bengek melihat tingkah tuan mudanya yang sangat aneh itu.
Raden Cakra yang biasanya diam seribu bahasa dengan wajah killernya, tiba-tiba saja datang pulang ke rumah sambil membopong cewek mungil yang pasrah tanpa ekspresi itu.
Ada apakah gerangan???
Mendadak para asisten rumah tangga keluarga istana Maheswara itu berghibah masal dalam relung hati yang paling dalam. Karena mereka terlalu takut untuk menghibah secara langsung atau terang-terangan.
Mereka sampai di sebuah kamar paling mewah dan Raden Cakra menurunkan Bunga di depan kamar mandi.
Bunga semakin ketakutan.
Kini, Raden Cakra memerintahkan para asistennya untuk keluar ruangan dan hanya ada dia dan Bunga saja.
Raden Cakra mendekat ke arah Bunga dan dia terus memepet Bunga sampai ke dinding kamar.
Bunga tak berdaya. Namun jika si Cakra sialan ini sampai mau macam-macam dengannya, tenang saja karena dia punya jurus tendangan yang bisa bikin siapapun KO.
"Lo mau ngapain, anjir?"
Protes Bunga yang mulai risih karena Raden Cakra terus menatapnya dengan tajam setajam silet.
Raden Cakra benar-benar merasa aneh sekaligus dejavu karena baru kali ini dia bisa sedekat ini dengan seorang cewek dan berada di kamar pula.
Dia bahkan sampai lupa bagaimana cara untuk bicara dengan wanita karena saking lamanya tidak pernah bersuara sejak kematian sang kekasih tercinta tiga tahun yang lalu saat pacarnya itu kecelakaan dan meninggal di tempat saat perpisahan SMA.
Wajah Bunga sangat cantik dan tubuhnya itu mungil, sikapnya juga membuat Raden Cakra tertarik padanya sampai membuatnya berada dalam kamarnya sekarang ini.
Bunga deg-degan setengah mati. Entah apa yang ada dalam otak cowok di depannya ini.
Yang jelas, Bunga hanya bisa pasrah sambil menggigit bibir bawahnya karena gugup.
Raden Cakra yang melihat Bunga menggigit bibir bawahnya itu sangat terpesona dan sudah tidak tahan lagi, dia meraih tengkuk Bunga dan mencium bibir gadis mungil ini dengan berjongkok karena dirinya terlalu tinggi.
Bunga seperti sedang berada dalam sebuah mimpi. Badan dia seperti terkunci dan tidak bisa digerakan sama sekali.
Raden Cakra bahkan sekarang dia melumat bibir mungil warna pink dan terasa manis itu dengan nafasnya yang memburu.
Tiba-tiba saja Raden Cakra membopong tubuh Bunga dan menaruhnya di atas meja riasnya agar dia bisa leluasa mencium gadis mungil itu.
Bunga yang seperti sedang berada di alam mimpi itu tiba-tiba saja tersadar jika bibirnya sedang bersentuhan dengan bibir Cakra, cowok yang sangat tampan dan paling tajir di Jakarta. Namun jika ini adalah mimpi, maka Bunga harus segera bangun dari mimpi indah ini.
MMUACHHHHT...
Raden Cakra mengecup kembali bibir mungil Bunga dan dia kembali melumatnya dengan mesra.
Bunga yang baru pertama kali berciuman itu terasa sangat kaku dan aneh. Tubuhnya bahkan terasa sangat lemas dan lunglai karena berciuman dengan Raden Cakra.
"Lo emang beneran cewek m***m!"
Ucap Raden Cakra sambil mengetuk dahi Bunga dengan jari telunjuknya.
"Maksud lo???"
Tanya Bunga bingung. Lho, bukannya dari tadi dia sedang dicium oleh Raden Cakra???
Ternyata ini cuman...
Bunga mendadak ingin meminjam pintu kemana saja milik Dora emon karena saking malunya dengan cowok ganteng di depannya.
"Lo lagi mimpi pengen dicium sama gue, kan?"
Bunga ketakutan saat Raden Cakra berusaha semakin mendekat ke arahnya.
"Ihhh, apaan sih? Woy, burung unta! Jangan berani macem-macem lo sama gue!"
Bunga pun mencoba menakuti Raden Cakra dengan mengacungkan bogem mentahnya.
"Justru semua cewek itu nyari kesempatan biar bisa deket sama gue! Suatu kehormatan kalo lo bisa ciuman sama gue!"
Sahut Raden Cakra santai.
"Kehormatan matamu bosok!!!"
Omel Bunga sebel.
"Terus, kenapa tadi lo menghayal sampai monyongin bibir di depan gue?"
"Itu karena….Karena gue kebanyakan nonton drama Korea!"
Sahut Bunga sambil nyengir.
"Dasar cewek aneh!"
Kini Raden Cakra yang sibuk ngomel nggak jelas. Dia benci karena mulai menyukai dan tertarik dengan Bunga, gadis mungil dan cantik di depannya.
"Lo yang aneh!"
Sambar Bunga jengkel.
"Lagian, lo yang mancing gue duluan!"
Ucap Raden Cakra dengan wajah serius.
"Kapan gue mancing lo, Bambang? Orang lo yang bawa gue kesini kok!"
"Lah tadi di Jembatan Penyeberangan Orang itu siapa yang nyosor duluan???"
Tanya Raden Cakra memojokan Bunga.
"Ya gue sih! Tapi kan gue nggak bermaksud m***m juga sama lo!"
Bela Bunga sambil cemberut.
"Sama saja, intinya lo itu jatuh cinta kan sama gue?"
Tanya Raden Cakra serius.
"Gue...."
Bunga gelagapan sendiri.
"Tadi gue denger kalo lo bilang jatuh cinta sama gue! Bahkan lo mau karungin gue terus lo bawa pulang, kan?"
"Ya itu tadi, sekarang gue jadi males sama lo!"
Sahut Bunga sambil berusaha untuk kabur.
Namun tiba-tiba saja Raden Cakra membopong tubuh Bunga ke arah tempat tidurnya yang super mewah.
Bunga pun langsung deg-degan setengah mati.Dia takut mau diapa-apain sama Raden Cakra sialan itu.
"Lo mau ngapain, setan?"
Teriak Bunga mirip orang kesurupan.
"Lo berani ngatain gue setan?"
Raden Cakra jengkel karena baru kali ini dia dikatain setan.
"Ya habisnya, lo ngapain bawa gue ke kamar lo dan ranjang lo segala?"
Omel Bunga kesal.
"Gue mau bikin mimpi dan khayalan lo jadi kenyataan!"
Sahut Raden Cakra sambil memegang tangan Bunga.
Jarak antara wajah Bunga dan juga Raden Cakra amat dekat sehingga Bunga bisa merasakan nafas wangi Raden Cakra.
"Lo tadi sangat menggebu-gebu saat membayangkan ciuman mesra sama gue! Tapi kenapa sekarang lo malah jadi ketakutan?"
Bisik Raden Cakra tepat di telinga kanan Bunga yang saat ini sedang menggigil ketakutan.
"Lo berharap bisa jadi Nyonya Cakra Maheswara, kan? Kalo gitu, gue bakalan bikin lo hamil biar bisa jadi Nyonya Cakra Maheswara!"
Ucap Raden Cakra dengan wajah yang amat serius dan….
"GUE BUTUH PINTU DORAEMON!!!"
Teriak Bunga yang bikin Raden Cakra melongo.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya???
❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️