11.Raden Cakra Jealous

1028 Words
Bunga bingung mau milih siapa. "Ikut gue aja, Bunga!" Pinta Aden lembut. Raden Cakra pun menatap ke arah Aden dengan tatapan yang sangat marah, membuat Bunga panik seketika. "Sorry ya Den, gue kan tadi berangkatnya sama Cakra, jadi gue pulangnya sama dia!" Akhirnya Bunga menggandeng tangan Raden Cakra sebelum cowok kulkas nyebelin itu nantangin Aden buat berantem. "Gue balik duluan, ya!" Sahut Bunga sambil dadah-dadah sama Aden yang tampak sangat kesal itu. "Tunggu!" Aden menghentikan Bunga, dia malah mengecup kening Bunga yang bikin Raden Cakra kebakaran jenggot. Mmmmuachh. Aden mengecup kening Bunga dengan lembut. "Good night, hati-hati ya!" Ucap Aden lalu dia masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi. Raden Cakra langsung ngambek. Dia sama sekali nggak ngomong apa-apa sama Bunga. Mereka pun pulang ke apartemen Raden Cakra. Bunga udah nggak kuat lagi, dia stress karena didiemin sama Raden Cakra. "Lo marah, ya?" Tanya Bunga sambil menatap mata Raden Cakra yang sedang tiduran di sofa empuk apartemennya. Nggak ada jawaban sedikitpun. "Cakraaaaaa...." Panggil Bunga mulai khawatir. Mampus dia kalo sampai Raden Cakra marah, takutnya nanti dia nggak sembuh-sembuh marahnya, atau bisa aja nanti dia balas dendam sama Aden, jadi makin besar masalahnya. Bunga mendekat ke arah Raden Cakra dan dia berjongkok sambil minta maaf. "Maafin gue dooong, lagian salah lo sendiri yang udah ninggalin gue di pinggir jalan, kan?" Pancing Bunga sambil merayu Raden Cakra. "TAPI NGGAK PERLU MAU KALO DICIUM SAMA COWOK LAIN JUGA, KALI!!!" Teriak Raden Cakra marah. "Busyet, Bambang! Gue kaget tahu!" Protes Bunga sebel. "Lagian kenapa emangnya kalo gue dicium sama cowok lain? Lo juga bukan siapa-siapa gue, kan?" Tantang Bunga sambil beranjak ke posisi berdiri. "Lo lupa???" Sahut Raden Cakra secepat kilat. "Lo udah jadi milik gue sejak kita ketemu di JPO Karet Sudirman!" Raden Cakra pun bangkit berdiri. "Gue bukan barang yang bisa seenak jidat jadi milik lo!" Semprot Bunga galak. Katanya dia mau minta maaf, tapi ujung-ujungnya malah jadi berantem. Beneran Tom and Jerry mereka berdua ini. Raden Cakra masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Bunga sendirian di ruang TV. Bunga gondok setengah mati. Udah nggak dianterin ke rumahnya, malah sekarang dia berantem pula. Satu jam kemudian... Bunga udah nggak tahan lagi, akhirnya dia mengetuk pintu kamar Raden Cakra sampai tangannya pegal, namun sama sekali nggak ada respon. Raden Cakra kalo udah marah, dia bisa berubah menjadi jauh lebih dingin dan killer. Membuat Bunga nggak nyaman saat didiamkan oleh putra mahkota keluarga Maheswara itu. Bunga menjadi gelisah tak karuan. Saat Bunga membalikan badannya dan beranjak pergi, tiba-tiba saja Raden Cakra membuka pintu kamarnya dan dia langsung menggendong tubuh Bunga ke kamar mandi. Bunga syok karena Raden Cakra membawanya ke kamar mandi. Dia takut mau diapa-apain sama cowok kulkas di depannya. "Lepasin gue!" Teriak Bunga ketakutan. Raden Cakra membawa Bunga ke dalam bathtub, dan meletakan tubuh Bunga di dalam sana. Lalu dia memandikan Bunga dengan air hangat. "LO GILA, YA?" Sontak saja Bunga langsung kesal bukan main. "Ini sudah malam, kenapa gue harus mandi, anjir?" Kini Bunga semakin marah dengan sikap Raden Cakra yang kadang suka keterlaluan. "Karena gue nggak mau lihat badan lo yang kotor apalagi habis dicium sama cowok lain!" Sahut Raden Cakra sambil terus memandikan Bunga. Bunga kaget karena ternyata, Raden Cakra itu ngambek perkara cemburu melihat dia dicium keningnya sama Aden tadi di jalan. "Jadi, lo cemburu???" Sahut Bunga baru paham. Raden Cakra hanya terdiam. "Ondee Mandeee, kalo lo cemburu tinggal bilang aja, Paijo! Kenapa mesti mandiin gue di tengah malam segala, sih?" Omel Bunga kesal. Raden Cakra hanya terdiam sambil masih terus memandikan Bunga. Bunga memutar otak agar bisa membuat marah Raden Cakra reda. Akhirnya Bunga pun nekat berdiri di bathub, dan dia menarik kerah baju cowok tampan di depannya. "Kenapa lo tinggi banget, sih?" Protes Bunga sebel. Dia kewalahan untuk mencium Raden Cakra. Raden Cakra sengaja pura-pura nggak tahu maksud Bunga yang akan menciumnya. Dia pura-pura b**o tapi dia bengek di dalam relung hati yang paling dalam karena Bunga getol banget mau nyosor dirinya. Setelah Lima menit berusaha, akhirnya Bunga berhasil meraih tengkuk Raden Cakra, dan dia langsung mengecup kening cowok tampan di hadapannya. "Gue minta maaf, ya!" Ucap Bunga lirih. "Lo tahu, salah lo apa?" Kini Raden Cakra menjawab pertanyaan Bunga. "Iyaa, gue salah! Tapi yang salah itu kan si Aden! Ngapain dia pake nyium gue segala? Gue kan nggak minta dicium sama dia! Lagian juga dia main nyosor aja, gue nggak bisa menghindar!" Bunga masih aja protes. Raden Cakra sudah menyabuni kening Bunga dan dia membilasnya dengan air hangat. Tubuh Bunga basah kuyup, walaupun mandi pakai air hangat, Bunga tetap saja masih kedinginan. Akhirnya Raden Cakra berniat untuk melepas pakaian Bunga yang sontak saja membuat Bunga ketakutan. "Lo mau ngapain, komodo?" Protes Bunga sebel. "Mau mandiin lo!" Sahut Raden Cakra serius. "Gue bisa mandi sendiri!!!" Jerit Bunga yang langsung mengusir Raden Cakra untuk keluar dari kamar mandi. "Tapi gue pengen mandiin lo!" Sahut Raden Cakra nakal. "LO GILA, YA?" Bunga gondok setengah mati. Raden Cakra pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan senyum yang merekah di bibirnya karena berhasil jahilin Bunga. Lima menit kemudian, Bunga pun keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja. Hal ini membuat Raden Cakra gagal fokus. Dia sibuk menelan ludahnya sendiri "Mana baju gue? Beliin gue baju, sana!" Perintah Bunga galak. "Beli dimana jam segini, Markonah?" "Terus gue pakai baju apa, coba? Lo harus tanggung jawab, Grandong!!!" Protes Bunga sebel. Cuman dia doang yang berani ngatain cowok paling kaya satu Jakarta ini dengan kata GERANDONG. "Gue lebih suka kalo liat lo nggak pakai baju!" Sahut Raden Cakra iseng yang bikin Bunga meledak. "MATAMU BOSOK!!!" Umpat Bunga sebel. BWAHAHAHA.... Raden Cakra ketawa ngakak karena berhasil jahilin Bunga. Raden Cakra sibuk mencari baju di lemari miliknya, dia memilih baju yang kecil untuk Bunga. "Pakai ini!" Raden Cakra melempar sebuah baju dan celana pendek pada Bunga yang refleks menangkapnya. Bunga pun memakainya di kamar mandi. Dan dia keluar kamar mandi setelah selesai berpakaian. Namun hal yang bikin bengek terjadi,csaat Bunga berjalan menuju ruang tengah, tiba-tiba saja celana yang dia kenakan itu melorot dan bikin dia dan Raden Cakra menjerit bersamaan. HUWAAAAAAAAA.... Teriak Raden Cakra dan Bunga kompak. Apa yang terjadi selanjutnya??? Pantengin terus cerita ini ya! ❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD