Bukannya marah atau murka karena Raden Cakra membawa Bunga ke apartemennya, Mama Keisya malah tersenyum sangat senang.
Dia lega karena akhirnya bisa melihat putranya tesenyum setelah tiga tahun sibuk mengurung diri di dalam rumah tanpa beraktifitas sedikitpun.
Bahkan Raden Cakra sekolah lewat online atau gurunya yang datang ke rumah.
Mama Keisya sangat khawatir karena Raden Cakra sangat menutup dirinya sejak kepergian gadis cantik bernama Revanda, kekasih Raden Cakra sekaligus cinta pertamanya.
Raden Cakra sangat menutup diri setelah kematian Revanda, dia jarang sekali berbicara dan tatapannya adalah tatapan killer pada setiap orang yang dia temui.
Namun, perbedaan terjadi sejak Raden Cakra bertemu dengan Bunga, gadis cantik dan manis yang membuat semangat Raden Cakra seperti bangkit kembali setelah tiga tahun ini padam bersama terkuburnya Revanda yang menyisakan sejuta luka dan kenangan indah yang malah amat menyakitkan untuknya.
Mama Keisya sangat bersyukur karna akhirnya, putra kesayangannya itu bisa tersenyum kembali.
"APA? DIBAWA KE APARTEMEN?"
Ulang Mama Keisya syok yang bikin Bunga hampir jantungan.
"Iya, Nyonya! Raden Cakra memang bawa masuk Non Bunga ke dalam kamar dan apartemennya"
Jawab Radit jujur yang bikin Raden Cakra gondok setengah mati.
"Dasar anak buah nggak ada akhlak, lo!!!"
Jeplak Raden Cakra sambil melotot ke arah Radit.
"Dibawa ke kamarnya juga???"
Kini Mama Keisya sangat heboh.
Bunga udah siap-siap mental kalo misalkan dia dijambak atau ditampar oleh Mama Keisya karna sudah masuk ke kamarnya cowok. Namun mau bagaimanapun juga, dia kan ke apartemen milik Raden Cakra karena Raden Cakra yang membawanya.
Mama Keisya menatap ke arah Bunga yang sedang ketakutan dan gugup tingkat dewa.
"Sayaaaaangkuuuuu..."
Diluar dugaan, Mama Keisya malah memeluk Bunga dengan sangat senang.
GEDUBRAK!!!
Rasanya Bunga pengen ngejengkang ke belakang.
"Kamu emang bener-bener calon anak mantu Mama! Pokoknya kamu harus sabar ya sama Cakra, dan iya, kalo Cakra nakal sama kamu, kamu harus kasih tahu Mama, oke manis?"
Ucap Mama Keisya ramah lalu Mama Keisya berpamitan untuk pergi karena akan menghadiri rapat di kantornya. Dengan perlahan, Mama Keisya pun pergi diikuti oleh para bodyquardnya yang menyamar menjadi pembeli di kedai es krim Ragusa ini.
Fyuuuuuuh....
Bunga akhirnya bernafas lega dengan tubuh yang masih gemetar karena habis ketemu dengan wanita paling tajir dan terkenal di Jakarta bahkan Indonesia.
Raden Cakra menatap ke arah Radit dengan tatapan mautnya.
"Dasar gila lo!!!"
Umpat Raden Cakra sebel lalu dia mengejar Radit kesana-kemari bahkan sampai ke luar kedai.
"Ampun, Deeeen......."
Teriak Radit sambil jejeritan dan berlarian blingsatan.
"Selamat ya, Bunga. Gue nggak nyangka, lo bisa seberuntung ini!"
Ucap Frena sambil menatap wajah sahabatnya dengan penuh takjub.
"Kenapa lo bisa ada disini, kutu kupret?"
Sahut Bunga yang ngatain temen sejak masih Orok-nya ini dengan kutu kupret.
"Kenapa nggak kutu gajah, atau kutu harimau sekalian? Tanggung amat lo!"
Celetuk Frena sambil duduk di samping Bunga.
"Dasar sahabat nggak ada ahklak! Bisa-bisanya lo malahan ngikutin gue sampai kesini? Lo nguntit gue, ya?"
Bunga ngomelin Frena padahal Frena bukan anak tirinya.
"Habisnya, gue kan khawatir sama lo, Bunga!"
Jawan Frena tanpa dosa.
Bunga menjejalkan es krim ke mulut Frena yang malah dengan kurang ajarnya, Frena memakannya dengan sangat lahap.
"Buat gue semuanya, ya?"
Pinta Frena keenakan.
"Enak aja!!!"
Bunga nggak mau es krimnya dihabisin sama Frena, dia menjitak kepala Frena dan mereka pun akhirnya jitak-jitakan.
Lima belas menit kemudian, Raden Cakra datang lalu dia menatap killer ke arah Bunga.
"Lo nggak kesurupan, kan?"
Tanya Bunga kaget karena Raden Cakra yang labil itu tiba-tiba saja mendadak jutek lagi.
"Ayo pulang!"
Ucap Raden Cakra sambil menggandeng tangan Bunga.
"Tapi nanti si Frena sama siapa pulangnya?"
Bunga menatap Frena dengan sedih.
"Sama Radit!"
Sahut Raden Cakra dengan malas.
"Buruan!"
Raden Cakra nggak sabaran karena Bunga kelamaan.
Lalu dia menggendong Bunga sampai ke arah parkiran sampai membuat semua pengunjung lain takjub sekaligus baper sama kelakuannya yang kadang emang suka seenak jidatnya sendiri ini.
"Lo lagi ngapain, sih?"
Protes Bunga sebel karena digendong kayak lagi gendong karung beras.
"Lo b**o ya? Kenapa nanya mulu?"
Sahut Raden Cakra sebel. Kayaknya moodnya lagi nggak baik.
"Aduuuh, Deeeen! Bayar dulu pesanannya!"
Teriak Radit sambil neplakin jidatnya.
"Tekor gue nanti!!!"
Radit meratapi nasibnya karena akhirnya dia yang harus bayar.
Raden Cakra mulai menstarter motor gede Harley Davidsonnya.
"Kalo lo tidur lagi di jalan, nanti gue tinggal lo!"
Ucap Raden Cakra serius.
"Dasar cowok jutek, kayak ketek!!!"
Sahut Bunga gondok.
Lalu dia pun naik ke boncengan.
Raden Cakra melesat dengan kecepatan tinggi yang membuat Bunga takut.
Ditengah perjalanan, Bunga sibuk celingukan kayak monyet nyariin pisang, karena ini bukan arah menuju rumahnya,ini adalah arah menuju apartemen pribadi milik Raden Cakra.
"Kenapa ke apartemen lo, sih? Gue nggak mau kesana! Gue mau pulang, setan!!!"
Bunga jengkel.
"Terserah gue mau kemana!"
Sahut Raden Cakra datar.
"TURUNIN GUE SEKARANG!!!"
Teriak Bunga sebel.
DECIIIIIIT.....
Raden Cakra beneran menurunkan Bunga di pinggir jalan padahal jalanan sedang sepi. Lalu kembali melaju dengan moge-nya.
Bunga langsung ketakutan karena dia takut nanti diculik gendarwo, kuntilanak, atau suster ngesot karena tempat ini terlihat sangat angker.
"Emang kucing garong lo ya? Dasar cowok gilaaaaaaaaa!!!"
Omel Bunga sambil ketakutan. Dia jadi kapok udah protes minta diturunin di tengah jalan. Karena pasti si Monyet Cakra bakalan nurunin dia beneran. Bener-bener otaknya tuh cowok kecil kayak otak udang.
Namun tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti di dekat Bunga. Ada seorang cowok yang keluar dari mobil. Dan cowok itu adalah Aden. Cowok ganteng yang naksir sama Bunga.
"Bunga???"
Teriak Aden syok. Dia langsung memeluk Bunga yang terlihat sangat ketakutan.
"Lo kenapa ada disini???"
Tanya Aden khawatir.
"Gue....."
Bunga nggak mungkin juga bilang kalo dia ditinggalin sama si Cakra sialan.
"Gue lagi nungguin Cakra, dia lagi beli bensin!"
Alasan Bunga yang nggak masuk akal. Kalo beli bensin, ngapain dia ditinggalin sendirian di tempat angker dan serem kayak gini? Kan dia bisa diajak ke pom bensin.
"Udah ayo ikut gue aja!"
Ucap Aden sambil mengandeng tangan Bunga untuk masuk mobilnya.
Namun tiba-tiba saja Raden Cakra datang dan dia langsung
merebut Bunga dari Aden. Mereka berdua rebutan Bunga sampai Bunga bingung harus milih yang mana.
"Ikut gue!!!"
Perintah Raden Cakra dengan tatapan killernya pada Bunga. Raden Cakra menggandeng tangan Bunga dengan sangat erat seakan tidak mau melepaskannya sedikitpun.
Bunga stress.
Dia harus memilih Raden Cakra yang udah ninggalin dia dipinggir jalan, atau memilih Aden, cowok lembut dan tampan yang naksir dan bucin abis sama dia.
Siapa yang akan Bunga pilih???
Selanjutnya...
❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️