9.Mami Rock n Roll

1074 Words
"Bunga???" Panggil Mami Aruna , Maminya Bunga dengan heran karena bertemu dengan anaknya di kedai es krim langganan mereka yaitu di Kedai Ragusa Es Italia yang sangat legendaris itu. "Hehe, Mami....." Bunga mau kabur tapi udah telat. "Kamu sama siapa?" Tanya Mami penuh selidik. Padahal Mami udah lihat ada Raden Cakra disamping putri cantiknya. "Bunga sama....." Belum sampai selesai Bunga ngomong, tiba-tiba saja Frena nongol sama Radit yang entah muncul dari mana membuat Bunga dan Raden Cakra sibuk bertatapan. "Sama saya dong, Tante!" Jawab Frena sambil nyengir. "Kenapa nggak pulang-pulang, sih?" Protes Maminya Bunga sambil duduk di sebelah putrinya itu. "Kan masih ngerjain tugas, Tante! Pokoknya nanti gantian Frena yang nginep di rumah Bunga!" Jawab Bunga sangat meyakinkan. Asalkan perginya sama Frena, mau pergi ke Afrika atau Zimbabwe sekalipun, pasti dibolehin sama Maminya Bunga, makannya, Bunga kadang suka memanfaatkan keberadaan sahabat sejak kecilnya ini. Mami Aruna masih muda, beliau juga orangnya asyik dan sangat wellcome. Orangnya nyentrik dan style-nya agak tomboy. Rambutnya pendek, mengenakan kaos dilengkapi dengan kemeja dan celana jeans yang panjang serta sepatu boots dan topi hitam. Waduh, kalo berduaan sama Bunga, mereka terlihat seperti kakak adik, bukannya anak sama Mami. "Ini siapa?" Tanya Mami Aruna sambil memandang Raden Cakra. "Kenalin, saya Cakra Darius Maheswara, Tante! Pacarnya Bunga!" Raden Cakra malahan salim sama Maminya Aruna dengan pedenya. "Pacarnya???" Ulang Mami Aruna sambil mengerutkan kening. "Iya, memangnya kenapa, Tante?" Tanya Raden Cakra heran. "Ya aneh aja, kenapa kamu mau pacaran sama Bunga? Dia kan anaknya suka iseng dan semau dia sendiri! Hahaha...." Mami malah buka kartu ass Bunga di depan Raden Cakra. Raden Cakra ikut tertawa dengan Mami Aruna. "Mami....!" Protes Bunga sebel. "Berarti boleh nih, Tante?" Raden Cakra penasaran. "Boleh apanya???" "Kalau saya pacaran sama anak Tante!" Jawab Raden Cakra penuh harap. "Bungkus aja, nggak apa-apa kok!" Jawaban Mami Aruna yang gokil abis ini bikin Raden Cakra, Frena,dan Radit ketawa ngakak. "MAMIIIII......." Bunga stress karena Mamanya ngelawak di depan Raden Cakra si cowok kulkas nyebelin itu. Bisa- bisa, nanti Raden Cakra mengejeknya tanpa ampun. "Tante asik banget orangnya!" Ucap Raden Cakra senang. Padahal dia pendiam, tapi nyambung kalo ngomong sama Maminya Bunga. "Tapi...." Mami Aruna menggantung kalimatnya. "Tapi kenapa, Tante?" "Bunga makannya banyak, nanti bisa-bisa tekor kamu ngempanin dia!" Sahut Mami Aruna yang mungkin bakat jadi pelawak itu. BWAHAHAHA.... 🤣😂😂 Sontak saja Raden Cakra and the gang bengek dan ketawa ngakak. Tiba-tiba saja datang para gerombolan Mahmud alias Mami Muda yang mengajak Mami Aruna untuk pergi. "Mami pergi dulu, ya! Nanti kamu pulang jangan malam-malam! Tolong jagain Bunga ya Cakra! Calon mantu Tante!" Ucap Mami Aruna lalu pergi. "Siap, Tante!" Jawab Raden Cakra penuh semangat. CIEEEEE......... Radit sama Frena sibuk ngerecokin Bunga dan Raden Cakra. Bunga hanya terdiam sambil cemberut karena bete dengan candaan Maminya tadi. "Ekhem, udah dikasih label calon mantu nih, Den!" Ucap Radit pada Raden Cakra. "Radit, gaji lo gue tambahin bulan depan!" Ucap Raden Cakra sambil tersenyum senang. "Makasih, Den!" Radit pun senang bukan kepalang. Padahal tadi sore Raden Cakra baru saja mengancamnya akan mengurangi gajinya bulan ini. Emang dasar suka labil si Pangeran Kulkas Kutub Utara ini. "Nggak jadi!" Jawab Raden Cakra tiba-tiba. "Nggak jadi apanya, sih Den?" Tanya Radit bingung. "Gaji lo nggak jadi gue tambahin!" Jawab Raden Cakra secepat kilat. "Kok cepet banget sih, berubah pikirannya?" Protes Radit sebel. "Karna lo udah nguntit gue sama Bunga ngedate!" Sahut Radit Cakra sambil menatap Radit dengan tatapan killernya. "Ya sorry Den, kan Frena kasihan, dia juga pengen makan es krim, bos!" "Alesan lo! Bilang aja kalo lo ngintip gue! Siapa yang nyuruh lo???" Tanya Raden Cakra penuh selidik. "Disuruh sama Nyonya besar, Den!" Jawab Radit pada akhirnya. "KOK MALAHAN NGAKU, SIH?" Teriak seseorang dengan suara tujuh oktafnya. Membuat Raden Cakra, Bunga, Frena, dan Radit menoleh ke asal suara. Seseorang pun keluar dari balik salah satu dinding kedai. Raden Cakra dan Radit langsung syok. "MAMA???" Panggil Raden Cakra nggak percaya. Seorang istri konglomerat Maheswara, sedang berada di kedai es krim dan ternyata menguntit putranya yang sedang ngedate itu. "Aduh, jadi ketahuan, kan Dit!" Ucap Mama Keisya sambil tersenyum malu ke arah anaknya. Dia dikawal oleh tujuh bodyguard yang mendadak pura-pura jadi pembeli dan membeli es krim itu dan ternyata duduk di sebelah kanan dan kiri meja Raden Cakra. Mama Keisya itu sangat cantik dan putih mirip Eomeoni korea. Sebening kristal pokoknya. Beliau mengenakan dress dior warna hitam kombinasi putih yang anggun panjang di bawah lutut dan gaun bagian lengannya juga tiga perempat. Sangat cantik seperti bidadari. Bunga sama Frena dibuat takjub saat melihatnya. "Bunga???" Panggil Mama Keisya sambil duduk di sisi Bunga setelah menyingkirkan putranya untuk pergi pindah tempat duduk. "Salam kenal, Tante, saya Zaina Qiana Bunga!" Bunga salim sama Mamanya Raden Cakra. "Salam kenal, ya Bunga! Jangan sungkan sama Tante! Ohh iya, kamu boleh memanggil Tante dengan panggilan Mama saja, biar lebih dekat!" Ucap Mama Keisya dengan lembut sambil menyalami Bunga. Bunga mendadak menjadi seperti seorang putri cinderella di negeri dongeng. Wanita konglomerat yang biasa ditonton lewat kaca televisinya itu mendadak muncul di hadapannya. "Baik, Mama Keisya! Bunga bahagia banget bisa bertemu langsung dengan Tante, ehh Mama Keisya. Karena biasanya Bunga cuman bisa lihat Mama Keisya di TV. Ternyata Mama Keisya aslinya jauh lebih cantik!" Bunga takjub melihat Mamanya Raden Cakra yang bagaikan bidadari turun dari langit itu. "Kamu bisa saja, Bunga! Kamu juga cantik dan manis banget, Mama suka! Ohh iya, kapan kamu main ke rumah?" Tanya Mama Keisya senang. Frena cuman bisa melongo melihat pemandangan ynag sangat tak terduga ini. Bagaimana bisa, sahabat gila dan bar-bar nya ini mendadak punya pacar dan calon ibu mertua konglomerat macam keluarga Maheswara yang terkenal di Jakarta bahkan di Indonesia. "Kemarin juga Bunga main ke rumah Raden Cakra, kok! Tapi Mama Keisya nggak ada!" Sahut Bunga jujur yang bikin Raden Cakra sibuk neplakin jidatnya sendiri. Karena Bunga membocorkan rahasianya. "Benarkah??? Cakra bawa kamu ke rumah???" Tanya Mama Keisya heboh. "Iya, Tante!" "Bahkan Den Cakra bawa Bunga ke apartemen pribadinya, Nyonya!" Lapor Radit yang langsung dipelototin sama Raden Cakra. Habislah sudah riwayatnya hari ini di depan Mamanya. "APA???" Jerit Mama Keisya histeris sampai semua orang di kedai Ragusa syok. Untung saja Mama Keisya pakai topi segede gajah untuk menutupi wajahnya yang ayu. Dan nggak ketahuan sama orang-orang bahwa istri konglomerat Maheswara ini sedang ada di kedai es krim. Kalau sampai ada yang mengenalinya, bisa-bisa nanti langsung diliput sama wartawan dan media. Akankah Mama Keisya murka dengan fakta yang didengarnya barusan??? Simak di bab selanjutnya!. ❤️Kepincut Pangeran Kulkas ❤️
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD