Menikah sudah dua tahun, lalu kemudian bercerai hanya karena dia tidak bisa memberikan keturunan dan difitnah melakukan hal tidak senonoh dengan wanita lain. Bukankah itu terlalu gegabah? Benar. Tapi itu justru terjadi padaku yang notabenenya anak seorang kiai dan panggilan ustadz sudah melekat dalam diriku. Aku hanya mengetahui dirinya adalah anak mafia. Dalam pikiranku terkesan jahat dan angkuh. Tapi ternyata, dia adalah wujud bidadari. Dia terlalu sayang untuk disakiti, tapi aku terlanjur menyakitinya. Beberapa kali aku mencoba untuk menyampaikan niatku melamarnya kembali dan mendatangkan Muhallil, namun semuanya sirna begitu saja. Lidahku tiba-tiba saja menjadi kelu atau keadaan yang memaksaku untuk tidak mengatakannya. Ada rasa sakit ketika mengingat kenangan disaat dia masih menj

