Bab 45

1209 Words

”Aku tidak tahu, Mas. Tapi jika aku berada di posisi Mbak Sinta, tentu saja tidak akan. Apalagi jika Mas bersikap tidak adil," jawab Zara lirih. Sebenarnya dia tidak enak mengatakan itu. Tapi hati kecilnya berkata harus menjawab pertanyaan Fahmi. "Maafkan aku, Mas. Kenyataan memang menyakitkan," ucap Zara tidak enak hati. "Tidak apa. Kenapa minta maaf? Aku merasa tidak pantas menjadi Mas mu, Zara. Pikiranmu sangat dewasa," ucap Fahmi dengan nada yang sedikit bergetar. "Kedewasaan itu tidak bergantung kepada usia. Jangan salahkan diri Mas sendiri. Bukalah lembaran baru," ucap Zara menyarankan. Fahmi mencoba memahami perkataan Zahra. 'Apa aku harus mencoba membuka hati untuk Janah? Tidak mungkin. Dia bukan gadis yang baik. Kecuali dia mau berubah. Allah saja maha pengampun, kenapa aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD