Makanan Aira dan Tono sudah dipindahkan. Mereka melanjutkan makan. Tapi kali ini Aira sudah tidak banyak bicara. Ia hanya menjawab seperlunya. Setelah makanan habis Tono mengajak Aira pulang, ia ingin mengajak Aira jalan-jalan dengan motornya, tapi Ziyad menahan mereka, dengan menawarkan minum teh atau kopi. Bahkan laki-laki Arab itu mengatakan akan mentraktir mereka semua. Tapi Tono bersikeras bahwa ia ada keperluan dengan Aira. Menurut Tono ia jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk berdua dengan Aira dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, mumpung Airanya juga mau diajak. Ia tidak tahu, ada angin apa yang membuat Aira setuju diajak makan olehnya. Tono seorang pemuda yang tegas, ia tahu persis apa yang diinginkannya, karena itu ia akhirnya berkata, “Maafkan saya Ziyad, saya

