Seketika jantung Aira berdegup lebih kencang. Ia takut suaminya marah lagi dan akan kembali mengerjainya lagi. Kenapa sih seniornya ini gigih banget nelpon? gerutu Aira dalam hatinya. Tapi nggak apa apa aku angkat, toh Ziyad tidak akan mengerti apa, tapi tetap saja dia akan ditanya, aahh… tapi kalau nggak diangkat, pasti ditanya juga… iihh kesel.. “Okay, I’ll take it” kata Aira. Dan ia mengambil handphone tersebut dari tangan suaminya. “Hallo.. “ terdengar suara Tono dari seberang sana. “Hallo , halo, kak, mohon maaf kak, nggak kedengaran, sinyalnya nggak bagus nih” jawab Aira dan segera menghentikan pembicaraan itu. Kemudian ia mematikan handphonenya itu. Ahh biar tenang…. seru Aira dalam hatinya. Terus Ia meletakkan Handphone tersebut di dalam tasnya. “Who is that?” tanya Ziyad. “Or

