Hari telah cukup malam ketika mereka sampai di Bandara Queen Alia dan mereka sampai di apartemen jam 10 malam. Ziyad menyewakan satu unit apartemen mewah di jantung kota Amman. “Berapa kamar nih Ziyad?” Tanya Zayn pada adiknya itu, sambil menggendong Thariq yang sudah tertidur nyenyak. Sementara Aisya yang juga sudah tertidur digendong oleh Astri. Sekitar 3 orang pria tegap mengurus koper koper mereka. Mereka adalah pengawal pengawal kedua pangeran tersebut, yang memang selalu mengikuti kemana pun pangeran pangeran itu pergi. “Tiga kamar. Satu untukku, satu untukmu, dan satu lagi untuk Aira dan ibunya.” “Hey, bukan satu untukmu dan Aira ya”. Tanya Zayn meledek dalam bahasa Arab. “Ha ha.. Hmm..” Astri hampir tertawa ngakak melihat ekspresi wajah Ziyad karena diledek oleh kakaknya i

