“Tata, kosongkan semua schedule saya sampai jam 12 siang!” titah Juanda pada sekretarisnya. “Baik, Pak.” Juanda melangkah pergi, tiba-tiba berhenti dan menoleh. “Jangan ganggu saya! Jangan biarkan Dika dan Anjas masuk ke dalam ruangan saya!” “Kalau mereka memaksa gimana, Pak?” “Bilang saya tidak ada.” “Baik, Pak.” Tata hanya seorang sekretaris dan harus tunduk pada atasannya. Namun, dia bingung kenapa Juanda hari ini meminta dirinya untuk berbohong pada Anjas dan Dika? Ada sesuatu dan sebagai seorang sekretaris, Tata ada batasan untuk mengetahui seluk beluk kehidupan pribadi atasannya. Sekarang, Juanda masuk ke dalam ruangnya, mengabaikan kursi kebanggaannya, dia terus melangkah tanpa berhenti menuju sebuah ruangan kecil yang dijadikan sebagai tempat istirahat. Ruangan kecil itu te

