Medelenie pulang setelah berpamitan dengan Kylie dan mobil Kylie pergi Medelenie ingin masuk ke dalam rumah. Tapi langkahnya terhenti karena seseorang memanggilnya, Medelenie menoleh.
"Nona Medelenie."
"Siapa kau?" tanya Medelenie. Medelenie merasa asing dengan pria didepannya sekarang.
"Saya Kai. Saya sekertaris Tuan Alexander, saya disini untuk menjemput anda untuk bertemu dengan Tuan saya" jawab Kai. Kai datang ke kediaman Cavendish karena perintah dari Alexander, untuk menjemput Medelenie.
"Alexander?" tanya Medelenie memastikan.
"Iya Nona. Tuan saya ingin bertemu anda segera, saya harap anda bisa ikut dengan saya sekarang." jawab Kai. Medelenie tentu saja tidak mudah percaya, tapi Medelenie berfikir tidak ada yang tahu dia akan dijodohkan dengan Alexander.
"Baiklah. Tapi aku butuh jaminan keselamatan." ujar Medelenie. Kai tersenyum, ternyata calon istri dari tuannya ini sangat waspada dan berhati-hati.
"Jaminan seperti apa yang anda, inginkan?" tanya Kai. Medelenie melihat ke arah security, Medelenie memanggil security tersebut.
"Pak!" panggil Medelenie. security itu mendekati Medelenie.
"Iya Nona?"
"Kau ikut bersamaku sebentar, aku butuh pengawalan." ujar Medelenie.
"Baiklah, Nona." jawab security tersebut. Medelenie tersenyum, dan beralih menatap Kai.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu tapi aku membawa satu security untuk menjagaku." ujar Medelenie. Kai setuju saja tidak ada masalah, Alexander meminta Kai untuk menjemput Medelenie bagaimanapun caranya.
"Terserah anda,nona." ujar Kai.
Kai berjalan ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kediaman Cavendish,Kai membukakan pintu mobil untuk Medelenie. Medelenie masuk ke dalam mobil, Kai mengcode security untuk duduk di depan dan Kai masuk ke kursi kemudi. Kai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
“Baru saja, aku memikirkan cara untuk bertemu dengan Alexander aku sudah dijemput.” batin Medelenie.
Sekitar 1 satu jam perjalanan mereka tiba disebuah rumah villa, Medelenie melihat sekitar terlihat sangat asri dan hanya ada satu rumah villa. Mobil yang dikemudikan oleh Kai memasuki area villa tersebut, beberapa orang berpakaian hitam berjaga didepan villa.
"Silahkan,nona." ujar Kai. Pintu mobil dibukakan oleh seorang pria berpakaian hitam, Medelenie keluar dari dalam mobil. Kai dan security keluar dari dalam mobil juga.
"Silahkan masuk Nona. Tuan muda, sudah menunggu didalam villa." ujar Kai. Medelenie melihat ke arah bangunan villa, Medelenie beralih menatap security yang ikut dengannya.
"Kau tunggu disini, kalau aku menelfonmu cepet masuk." perintah Medelenie. security membungkukkan tubuhnya, Medelenie berjalan masuk ke dalam villa dengan perlahan.
Medelenie melangkah masuk kedalam villa, hal pertama yang Medelenie lihat adalah ruang tamu. Medelenie melihat sekelilingnya terlihat sangat hening, terdengar suara langkah kaki Medelenie mendongak menatap ke arah anak tangga. Alexander turun dari anak tangga, Medelenie tidak lepas menatap Alexander. Alexander terlihat lebih tampan dari fotonya, dan tubuhnya tinggi tegap.
"Nona Cavendish." panggil Alexander. Medelenie yang sempat tertegun langsung tersadar, begitu mendengar suara dingin Alexander.
"Tuan Alexander?" Medelenie memastikan yang berdiri didepannya adalah Alexander, walaupun sudah jelas karena wajah Alexander sama persis dengan foto yang pernah Medelenie lihat.
"Silahkan duduk." Alexander mempersilahkan Medelenie untuk duduk. Medelenie berjalan ke arah sofa dan duduk, Alexander duduk di sofa tepat didepan Medelenie.
"Kau pasti tahu tentang perjodohan yang direncanakan oleh orang tua kita?. Apa kau berencana untuk menerima perjodohan, itu?" tanya Alexander. Alexandre bertanya bahkan tanpa basa-basi.
"Iyaa, aku rasa tidak salah. Aku hanya ingin menjadi putri yang baik untuk Papaku." jawab Medelenie. Alexandre terkekeh mendengar ucapan Medelenie, membuat Medelenie bingung.
"Apa yang lucu?" tanya Medelenie.
"Saya tahu tujuanmu. Bukankah kau ditinggalkan oleh mantan kekasihmu untuk menikah dengan wanita lain? Kau ingin membalas dendam." ujar Alexander. Medelenie terkejut mendengar ucapan Alexander, tidak ada yang tahu niatnya itu.
"Bagaimana,kau bisa tahu?" tanya Medelenie dengan nada terkejut.
"Saya hanya menebak. Dan sepertinya tebakan saya benar." ujar Alexander. Sebelum bertemu dengan Medelenie, Alexander mencari tahu tentang Medelenie secara rinci dari latar belakang dan masa lalu. Alexander tahu tentang Medelenie ditinggal menikah oleh mantan kekasihnya.
"Hanya menebak? Tapi tebakannya benar. Aku harus berhati-hati dengan orang ini." gumam Medelenie.
"Tapi saya tidak peduli dengan itu. Kau punya tujuan saya juga punya tujuan, dengan perjodohan ini." ujar Alexander. Medelenie yang mendengar itu mulai penasaran dengan tujuan Alexander.
"Apa tujuanmu?" tanya Medelenie.
"Mempertahankan posisi, dan keturunan. Saya menginginkan keturunan untuk memperkuat posisi saya." jawab Alexander. Medelenie menelan ludahnya mendengar tujuan Alexander untuk menikah.
"Jadi, ini pernikahan transaksi?" tanya Medelenie.
"Terserah, kau menganggap pernikahan ini seperti apa." jawab Alexander. Medelenie menatap Alexander, Medelenie bisa melihat ambisi yang sangat besar dalam diri Alexander.
"Apa keuntungan yang bisa, saya dapatkan?" tanya Medelenie. Alexandre menatap Medelenie dan tersenyum smirk.